Evaluasi Penggunaan Kelambu Berinsektisida Terhadap Kejadian Malaria di Puskesmas Endemis Malaria di Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi Bengkulu Tahun 2007
SUYOTO, dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, MSc, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara yang masih tergolong endemis malaria. Pada bulan Desember tahun 2006, di Kabupaten Bengkulu Utara, Unicef mendistribusikan kelambu sebanyak 96.000 pada semua wilayah di puskesmas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memgetahui gambaran penggunaan kelambu berinsektisida dan hubungannya terhadap kejadian malaria di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2007 Metode : Penelitian ini adalah penelitian dengan rancangan case-control study. Pengujian bioassay kelambu sebelumnya dilakukan untuk mengetahui efektifitas daya bunuh kelambu terhadap nyamuk dengan rancangan quasi experimental. Data sekunder tentang pemeriksaan spesimen darah pada pasien yang menderita malaria yang datang ke puskesmas endemis malaria dijadikan dasar untuk menentukan kasus dan control dalam penelitian ini. Kasus adalah pasien yang dinyatakan positif mengandung parasit malaria, dan kontrol adalah pasien yang dinyatakan tidak mengandung parasit malaria dan tinggal diwilayah yang sama dengan kasus. Jumlah sample dalam penelitian ini yang diambil menggunakan purposive sampling adalah sebanyak 102 yang terdiri dad kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara dan observasi rumah dan lingkungan sekitar rumah untuk mengetahui beberapa variabel dependen independen dan variabel luar Hasil :Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kelambu berinsektisida deltamethrin 55 mg/m2 yang digunakan di wilayah puskesmas endemis malaria kabupaten Bengkulu Utara memiliki efektifitas membunuh nyamuk 93.3 % pada kelambu yang belum digunakan dan 85 % pada kelambu yang telah digunakan selama 6 bulan. Kelambu berinsektisida yang digunakan sebesar 38.2 %, sedangkan kelambu yang tidak digunakan sebesar 61.8 %. Terdapat hubungan yang bermakna antara penggunaan kelambu berisektisida dengan kejadian malaria dengan nilai p = 0,017 < 0,05. Kesimpulan a). Penggunaan kelambu berinsektisida dapat mencegah kejadian malaria di wilayah puskesmas endemis malaria kabupaten bengkulu Utara. Saran a) Dinas kesehatan agar memberi penyuluhan tentang kelambu berinsektisida, perlindungan orang rentan dengan kelabu berinsektisida, melakukan pencelupan ulang kelambu 1 tahun sekali, b) Perlu penelitian tentang resistensi deltamethrin terhadap nyamuk sasaran di Kabupaten Bengkulu Utara.
Background: Malaria disease is a health problem in Indonesia, particularly at the District of Bengkulu Utara which belongs to malaria endemic area. In December 2006, Unicef distributed as many as 96,000 bed nets to all health centers at District of Bengkulu Utara. Objective: The study aimed to get an overview on use of insecticided bed nets and its impact on the prevalence of malaria at District of Bengkulu Utara 2007. Method: The study used case control study design. Bioassay test was made to find out the efficacy of bed nets against mosquitoes applied quasi experimental. Secondary data of blood specimen examination of patients suffering from malaria who visited health centers of malaria endemic were used to determine case and control of the study. Cases were patients who positively had malaria parasites and controls were patients who did not have malaria parasites living at the same area with cases. There were as many 102 samples purposively chosen, consisting of cases and control at equation 1:1. Primary data were obtained from interview and observation of the houses and their surrounding environment to identify dependent, independent and external variables. Result: The result of the study showed that use of bed nets with deltamethrin 55 mg/m2 at the health centers of malaria endemic area of Bengkulu Utara District had efficacy in killing mosquitoes as much as 93.3% for bed nets which had never been used and 85% for bed nets which had been used for 6 months. As much as 38.2% of bed nets were used and 61.8% were not used. There was significant relationship between use of insecticided bed nets and the prevalence of malaria with p=0.017. Conclusion: Use of insecticided bed nets could prevent the prevalence of malaria at the health centers of malaria endemic at District of Bengkulu Utara. Suggestion: a) The local health office at District of Bengkulu Utara should inform the community about the importance of using insecticided bed nets to prevent malaria about protecting suspectible group of the community by using insecticided bed nets, and about the need to re-dip bed nets once a year; b) There should be a further study on the efficacy of deltamethrin against target mosquitoes at District of Bengkulu Utara.
Kata Kunci : kelambu berinsektisida, deltamethrin, kejadian malaria, bioassay kelambu, Bengkulu Utara, insecticiced bed nets, deltamathrin, malaria, bed net bioassay