Laporkan Masalah

Faktor Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Malaria High Incidence Area (HIA) di Kecamatan Lotu Kabupaten Nias Tahun 2007

HAREFA, Peringatan, dr. Tri Baskoro Tunggul S., M.Sc, Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Penyakit malaria masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, balita dan ibu hamil. Tahun 2006, di Indonesia terdapat 2 juta (19,6‰) kasus malaria dengan 0,42% kematian. Kabupaten Nias selama tiga tahun terakhir (2003-2005) selalu dalam High Incidence Area (HIA), kecuali tahun 2006 dalam Medium Incidence Area (MIA). Kecamatan Lotu selama 4 tahun terakhir (2003-2006) selalu dalam High Incidence Area (HIA), dengan AMI tahun 2003 (208,81‰), 2004 (238,27‰), 2005 (280,19‰) dan tahun 2006 (113,37‰). Secara geografis Kecamatan Lotu terdiri dari areal persawahan, perkebunan, rawa-rawa serta dekat dengan sungai dan sebagian besar desa secara ekologi sangat potensial menjadi tempat perindukan nyamuk. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian malaria pada High Incidence Area (HIA) di Kecamatan Lotu Kabupaten Nias. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian case control. Hasil: Lima variabel bermakna secara statistik sebagai faktor risiko malaria di Kecamatan Lotu Kabupaten Nias, dengan nilai p<0,05, yaitu Jarak rawa-rawa (p=0,0219), Jarak genangan air (p=0,0076), Kondisi dinding rumah (p=0,0001), tempat mandi (p=0,0021) dan keberadaan vektor (p=0,0220). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jarak rawa-rawa, jarak genangan air, kondisi dinding rumah, tempat mandi dan keberadaan vektor dengan kejadian malaria, sehingga merupakan faktor risiko kejadian malaria di Kecamatan Lotu Kabupaten Nias.

Background: Malaria is one of public health problems which causes mortality particularly among high risk group, i.e. infants, children under five and pregnant mothers. The year 2006, in Indonesia there were 2 million (19,6‰) cases of malaria with 0,42% deaths every year. During the last three years (2003 – 2005), District of Nias had always been in High Incidence Area (HIA), except in 2006 which belonged to Medium Incidence Area (MIA). During the past four years (2003 – 2006) Subdistrict of Lotu had always been in HIA with Annual Malaria Incidence (AMI) in 2003 (208.81‰), 2004 (238.27‰), 2005 (280.19‰) and 2006 (113.37‰). Geographically, Subdistrict of Lotu consists of field, plantation, swamp areas, is close to a river and most of the village in ecology are potential for mosquito breeding place. Objective: To identify environmental factors related to malaria incidence at HIA of Lotu Subdistrict, Nias. Method: The study was analytic observational which used case control study design. Result: Five variables were statistically relevant as risk factors to malaria incidence at Subdistrict of Lotu with p<0.05, is distance of swamps (p=0,0219), distance of water pool (p=0,0076), condition of house walls (0,0001), Bathing place (0,0021) and the presence of vectors (p=0,0220) Conclusion: There was statistically significant relationship between distance of swamps, distance of water pool, condition of house walls, bathing place and the presence of vectors with malaria incidence; therefore they were risk factors of malaria incidence at Subdistrict of Lotu, District of Nias.

Kata Kunci : Faktor Lingkungan,Malaria,High Incidence Area, environmental factors, malaria, high incidence area, Nias


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.