Laporkan Masalah

Faktor Risiko Keracunan Merkuri Pada Masyarakat di Sekitar Tambang Emas Tradisional di Desa Kalireja Kulon Progo Tahun 2008

IRAWADI, Prof. Dr. dr. Adi Heru Sutomo, MSc, DCN, DLSHTM

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Hampir 90% dari bahan beracun dan logam berat (merkuri) masuk kedalam tubuh melalui makanan. Sisanya akan masuk secara difusi atau perembesan lewat jaringan dan melalui peristiwa pernapasan. Di Kabupaten Kulon Progo terdapat penambangan emas tradisional yang merupakan usaha sampingan penduduk setempat yang telah berlangsung sejak ±15 tahun yang lalu. Penanganan tailing dilakukan secara sederhana dengan kolam penampungan yang sangat terbatas dan limbahnya langsung dibuang ke badan sungai. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sutomo, et al., (2004) di sekitar penambangan emas di Desa Kalirejo Kabupaten Kulon Progo secara mengejutkan telah ditemukan kasus penyakit Minamata. Penelitian lainnya di lokasi yang sama bahwa telah terjadi pencemaran tanah dengan kosentrasi merkuri yang sangat tinggi dan telah terjadi pencemaran sumur penduduk di sekitar tambang di atas ambang baku mutu yang dipersyaratkan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kontaminasi merkuri (Hg) dan mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan keracunan merkuri pada masyarakat di sekitar lokasi tambang emas di Desa Kalirejo Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik (observasional) dengan rancangan cross sectional yaitu mengetahui faktor yang berhubungan dengan keracunan merkuri pada masyarakat sekitar lokasi tambang. Subjek penelitian adalah seluruh masyarakat di sekitar tambang dan pengukuran kadar Hg dalam urin dengan menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) di Laboratorium Kesehatan Daerah Jogyakarta. Hasil : Hasil penelitian ditemukan 31 orang (43,7%) mengalami keracunan merkuri dan 40 orang (56,3%) tidak mengalami keracunan. Analisis multivariat variabel konsumsi ikan/kerang/hewan lainnya dari sungai tempat lokasi pengolahan tambang yang secara statistik bermakna dengan nilai p = 0,022, odds rasio 4,382. Kesimpulan : Berdasarkan kadar merkuri dalam urin masyarakat di sekitar lokasi tambang emas terbukti telah terjadi paparan terhadap merkuri (Hg) dan konsumsi ikan/kerang/hewan lain yang berasal dari sungai merupakan faktor secara statistik bermakna sebagai faktor risiko keracunan merkuri pada masyakarat di sekitar lokasi tambang emas.

Nearly as much as 90% of toxic substance and heavy metal (mercury) enters the body through foods. The rest will enter through diffusion or tissue infiltration and respiration. At District of Kulon Progo there is a traditional gold mining which has become a part time bussiness of the local people for over 15 years. Tailing is done in a very simple way using a reservoir and waste are directly disposed to the river. The result of a study of Sutomo et al (2004) around gold mining area of Kalirejo village surprisingly shows there is a case of Minamata disease. Other studies in the same location show there has been soil pollution of very high mercury concentration and water pollution of wells around the mining location. The research objective of the study aimed to identify contamination of mercury (Hg) and risk factors related to mercury poisoned of the community living nearby the gold mining at Kalirejo, Subdistrict of Kokap, District of Kulon Progo. The study was analytic observational with cross sectional design to identify factors which were related to mercury poisoned among the people living close to the mining area. Subject of the study were all the people living close to the mining. Measurement of Hg level in the urine was done using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) at Local Health laboratory of Yogyakarta. The research result of the study as many as 31 subjects (43.7%) had poisoned mercury and 40 subjects (56.3%) had not poisoned. The result of multivariable analysis of fish/shellfish/animal consumption taken from the river of mine processing location showed statistical significance with p=0.022, OR 4.382. Based on mercury level of the urine of people living close to the gold mining, there had been exposure to mercury (Hg) and fish/shellfish/animal consumption taken from the river and this had become statistically significant risk factor of mercury poisoned among the people living close to gold mining area.

Kata Kunci : Keracunan Merkuri,Tambang Emas Tradisional, mercury, poisoned, traditional gold mining


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.