Laporkan Masalah

Persepsi Stakeholder Terhadap Kebijakan Program Penyuluhan Kesehatan Pencegahan Malaria Pada Masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi Tengah

ERLAN, Ahmad, Dr. Andung Prihadi Santoso, M.Kes

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Luar Biasa (KLB) terutama di daerah endemis. Sebagai penyakit yang dapat menular kembali secara massal, malaria perlu diwaspadai karena setiap tahunnya menelan korban jiwa. Salah satu cara untuk mencegah malaria ialah dengan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan yang dilakukan antara lain advokasi kepada stakeholder agar mereka bisa memahami dan mengerti program yang akan dilaksanakan sehingga kebijakan akan berpihak kepada program terutama dalam hal anggaran. Sebelum melakukan advokasi kepada stakeholder perlu diketahui persepsi mereka terhadap kebijakan program penyuluhan kesehatan pencegahan malaria pada masyarakat. Kesamaan persepsi dikalangan stakeholders akan melahirkan sebuah kebijakan yang lebih baik dalam program pencegahan dan pemberantasan malaria. Kebijakan itu diharapkan akan menambah anggaran dalam pelaksanaan program. Tujuan Penelitian : Untuk menggali dan mendeskripsikan persepsi stakeholder terhadap kebijakan program penyuluhan kesehatan pencegahan malaria pada masyarakat melalui wawancara mendalam. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif, karena peneliti ingin menggali persepsi informan secara lebih mendalam. Teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah purposive sampling yaitu informan dipilih sesuai dengan tujuan penelitian dalam hal ini adalah stakeholder yaitu orang yang mempunyai pengaruh atau sebagai penentu dalam memutuskan suatu kebijakan publik. Cara pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Analisis data kualitatif dilakukan setelah pengumpulan data dan untuk validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil Penelitian : Diperoleh sembilan informan stakeholder dan dari hasil wawancara mendalam semua informan menyatakan bahwa malaria adalah penyakit yang membahayakan dan dapat menyebabkan kematian. Kebanyakan informan belum memahami dengan baik tentang program penyuluhan kesehatan pencegahan malaria. Hal ini disebabkan karena masih kurangnya upaya advokasi dan sosialisasi program dari instansi teknis. Kesimpulan : Persepsi stakeholder terhadap kebijakan program penyuluhan kesehatan pencegahan malaria pada masyarakat masih kurang sehingga upaya advokasi dan sosialisasi program perlu lebih diintensifkan oleh tenaga-tenaga kesehatan yang profesional.

Background: Malaria still to be threat and appearing extraordinary case in endemic area. Since a communicable diseases that can spread rapidly, malaria must be considered because of it’s fatalistic. One of preventive treatment is community health education. This program conducted by stakeholder advocacy so they understanding about the program. The funding support of this program is necessity. Before the advocacy we must know the stakeholder perception about the community health education in malaria prevention program. The similarity in this perception useful to make policy better in malaria prevention and elimination program. The policy is add funding to support the program. Objective: To find out and describing through in-depth interview the stakeholder perception about the community health education in malaria prevention program. Method: This was a qualitative research using explorative approach to find out deeply the informant’s perception. The sampling technique was purposive sampling that is the informant chosen by the objective of the research. This mean the stakeholder is a person who have power to make a public policy. The data collection method was in-depth interview and document study. The data has qualitatively analyzed after the data collection phase and for the data validity the sources triangulation is conducted. Result: The research has interviewing nine stakeholders as informant. All informant state that malaria is a dangerous diseases and fatalistic. Many informants have not yet understood about community health education in malaria prevention program because of lack of advocacy and socialization program from the holding institution. Conclusion: The advocacy and socialization about the program need to be intensified by the health professional, since the lack of the stakeholder perception about the community health education in malaria preventive intervention program.

Kata Kunci : Persepsi,Stakeholder,Sosiologi, Stakeholder, perception, advocacy


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.