Faktor-faktor Yang Berhubungan dengan Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pengadaan Jamban Keluarga melalui Community Lead Total Sanitation di Kabupaten Pasaman Propinsi Sumatera Barat
MASLI, Jonneri, Agus Suwarni, SKM, M.Kes
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Angka cakupan jamban keluarga di Kecamatan Panti masih rendah (20,28%), angka kesakitan diare masih cukup tinggi 8,89%, bahkan kadang-kadang sering timbul dalam kejadian luar biasa (KLB). Upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman untuk meningkatkan cakupan jamban keluarga dan menurunkan angka kesakitan diare di Kecamatan Panti adalah dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengadaan jamban keluarga melalui community lead total sanitation (CLTS). Namun hasilnya masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini mungkin disebabkan kurangnya pengetahuan, sikap, pendidikan dan pendapatan serta partisipasi masyarakat dalam pengadaan jamban keluarga melalui CLTS. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengadaan jamban keluarga melalui CLTS di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Lokasi penelitian Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman, subjek penelitian adalah kepala keluarga yang ikut dalam kegiatan CLTS. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, pendidikan, pendapatan dan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengadaan jamban keluarga melalui CLTS. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian : Menunjukkan ada hubungan pengetahuan, sikap, dan pendapatan responden dengan tingkat partisipasi (Ï<0,05), sedangkan pendidikan responden tidak berhubungan dengan tingkat partisipasi (Ï>0,05). Dari ketiga faktor tersebut yang paling besar hubungannya dengan partisipasi masyarakat dalam pengadaan jamban keluarga melalui CLTS adalah sikap (Ï=0,000) dan β= 0,273, dengan odds ratio (OR=5,3) Kesimpulan : Pengetahuan, sikap, dan pendapatan responden mempunyai hubungan yang bermakna dengan tingkat partisipasi, adapun faktor dominan yang berhubungan dengan partisipasi masyarakat dalam pengadaan jamban keluarga melalui CLTS adalah sikap.
Background: The coverage of family toilet at Subdistrict of Panti is still relatively low (20.28%), morbidity from diarrhea is relatively high (8.89%) and outbreak sometimes occurs in this area. An effort that has been made by Pasaman District Health Office to widen the coverage of family toilet and minimize morbidity from diarrhea at Subdistrict of Panti is encouraging community participation in the provision of family toilet through Community Lead Total Sanitation (CLTS). However, the result is still far from the expectation. This may be due to limited knowledge, attitude, education, income and participation of the community in the provision of family toilet through CLTS. Objectives: To identify factors related to community participation in the provision of family toilet through CLTS at Subdistrict of Panti, District of Pasaman. Method: This was a quantitative approach research that cross sectional design. Location of the study was Subdistrict of Panti, District of Pasaman. Subject of the study were heads of the family participating in CLTS activities. The variables employed in this research of knowledge, attitude, education, and income; and was community participation in the provision of family toilet through CLTS. Data analysis used univariable, bivariable with chi square and multivariable with logistic regression. Result: The result of the study showed that there was relationship between knowledge, attitude and income of respondents and participation (p<0.05), whereas education had no relationship with participation (p>0.05). Out of the three factors related to community participation in the provision of family toilet through CLTS, attitude was most dominant with p=0.000 and β=0.273 and OR=5.3. Conclusion: Knowledge, attitude and income of respondents had significant relationship with community participation in the provision of family toilet through CLTS and attitude was the most dominant.
Kata Kunci : Partisipasi,Jamban Keluarga,Sanitation,CLTS, participation, community lead total sanitation, family toilet