Laporkan Masalah

Hubungan antara Asupan Kalsium, Vitamin D, Merokok, Konsumsi Kafein dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Osteoporosis pada Pria di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur

SUSANTI, Eka, dr. I Dewa Putu Pramantara, SpPD-Kger

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Osteoporosis pada pria dapat menimbulkan masalah kesehatan yang penting pada masyarakat, karena pria juga mempunyai faktor risiko yang besar untuk terjadinya osteoporosis. Hal ini berkaitan dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pada laki-laki. Peningkatan jumlah penduduk usia lanjut akan meningkatkan frekuensi terjadinya osteoporosis. Penyakit ini menimbulkan suatu keterbatasan pada penderitanya. Tujuan : Mengetahui hubungan antara asupan kalsium, vitamin D, merokok, konsumsi kafein dan indeks massa tubuh (IMT) dengan densitas tulang pada pria. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional - analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asupan kalsium, vitamin D, merokok, konsumsi kafein dan IMT terhadap osteoporosis. Subjek penelitian pria usia 55-65 tahun, cara pengambilan sampel dengan purposive sampling. Penelitian dilakukan di kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Hasil : Tidak ada hubungan bermakna antara asupan kalsium dengan osteoporosis (p >0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara asupan vitamin D dengan osteoporosis (p >0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara merokok dengan osteoporosis (p >0,05). Tidak ada hubungan bermakna antara konsumsi kafein dengan osteoporosis (p >0,05). Ada hubungan bermakna antara indeks massa tubuh dengan osteoporosis (p <0,05). Kesimpulan : Hubungan asupan kalsium, vitamin D, merokok dan konsumsi kafein dengan osteoporosis tidak bermakna. Hubungan IMT dengan osteoporosis bermakna.

Background: Osteoporosis among elder men can cause public health problem because men also have high risk factor for osteoporosis. This is related to high morbidity and mortality of man. The increase of elderly population intensifies the frequency of the prevalence of osteoporosis which limits activities of the patients. Objective: To identify the relationship between calcium and vitamin D intake, smoking, caffeine consumption and mass body index with osteoporosis among elderly men. Method: This study was analytical observational which used cross sectional design. Subject of the study were men of 55 – 65 years old purposively chosen. The study was carried out at Subdistrict of Duren Sawit, Jakarta Timur. Result: There was not significant relationship between calcium intake and bone mass density (p>0.05). There was not significant relationship between vitamin D intake and bone mass density (p>0.05). There was not significant relationship between smoking and bone mass density (p>0.05). There was not significant relationship between caffeine consumption and bone mass density (p>0.05). There was significant relationship between body mass index and osteoporosis (p<0.05). Conclusion: The relationship between calcium and vitamin D intake, smoking, caffeine consumption and osteoporosis was insignificant. The relationship between body mass index and osteoporosis was significant.

Kata Kunci : Osteoporosis,Kalsium,Vitamin D,Merokok,Kafein,IMT, osteoporosis in men, calcium, vitamin D, smoking, caffeine, body mass index


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.