Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Diet Modifikasi Komersial Terhadap Asupan Makanan dan Status Gizi Pasien Penyakit Ginjal Kronik Pre Hemodialisa dr RSUP DR. Djamil Padang

BALGIS, Pitri, dr Probo Suseno, SpPD, K-Ger

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Penyakit Ginjal Kronik menyebabkan penurunan fungsi ginjal bersifat progresif dan umumnya tidak dapat pulih kembali (irreversible) yang mengakibatkan rasa mual dan muntah akibat tingginya nilai ureum dan kreatinin dalam darah sehingga nafsu makan turun yang sangat berpengaruh terhadap asupan makanan dan penurunan status gizi yang merupakan penyebab tingginya angka kematian pada pasien ginjal kronik, oleh sebab itu dilakukan upaya bagaiman cara meningkatkan asupan pada pasien penyakit ginjal kronik. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian terapi gizi melalui modifikasi diet komersial terhadap asupan dan status gizi penderita penyakit ginjal kronik pre hemodialisa di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental kuasi dengan rancanga pretest and postest with contol group. Populasi penelitian adalah seluruh pasien penyakit ginjal kronik yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan sampel penelitian adalah pasien yang menderita Penyakit ginjal kronik pre hemodialisa di bangsal penyakit dalam. Kelompok perlakuan sebanyak 11 orang adalah yang mendapat diet modifikasi selama 6 hari dan kelompok kontrol 11 orang yaitu yang mendapat diet standar rumah sakit, dengan α=0,05 dan β = 10%. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang bersumber dari pasien. Data asupan dianalisa dengan menggunakan program nutrisurvey, Pengaruh diet modifikasi komersial terhadap asupan makanan, status gizi, serta kenaikan ureum dan kreatinan dilakukan uji statistik t- test dan chi square test. Daya terima di ukur dengan jumlah nephrisol yang dihabiskan, persepsi pasien terhadap diet komersial dikumpulkan dengan kuesioner dan diolah dengan memberi score. Hasil: kelompok yang mendapat diet modifikasi ternyata asupan energi dan proteinnya lebih baik dari pada mendapat diet standar rumah sakit (p<0,05), namun tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap status gizi, perubahan ureum dan kreatinin pasien yang mendapat diet modifikasi dengan kelompok yang mendapat diet standar rumah sakit (p>0,05). Hasil pengumpulan kuesioner tentang persepsi pasien terhadap diet komersial ternyata diet komersial dapat diterima pasien. Kesimpulan: diet modifikasi komersial dapat meningkatkan asupan energi dan protein pada pasien penyakit ginjal kronik pre hemodialisa.

Background: Chronic kidney disease causes progressive diterioration of kidney function and is commonly irreversible, leading to nausea and vomiting as a consequence of high ureum and creatinine in the blood. This condition results in declining appetite which greatly affects food intake and degrading nutrition status that causes high mortality among chronic kidney patients. Therefore efforts are made on how to increase intake of chronic kidney patients. Objective: To identify the effect of nutrition therapy through commercial diet modification to nutrition intake and status of pre-hemodialysis chronic kidney patients at Dr. M. Djamil Hospital, Padang. Method: The study was a quasi experiment which used pretest and posttest with control group design. Population of the study were all patients of pre-hemodialysis chronic kidney disease hospitalized at Dr. M. Djamil Hospital of Padang. Samples were patients of pre-hemodialysis chronic kidney disease at internal medicine ward. The experiment group consisted of 11 patients who got modified diet within 6 days and control group consisted of 11 patients who got hospital standard diet with α=0.05 and ß=10%. The study used primary and secondary data of the patients. Data of intake were analyzed using nutrisurvey program. Statistical t-test and chi-square were used to identify the effect of commercial modified diet to food intake, nutrition status, and increase of ureum and creatinine. Absorption level was measured from the quantity of nephrisol used. Perception of the patients about commercial diet was obtained through questionnaires and analyzed to get the score. Result: The group with modified diet had better energy and protein intake than the group with hospital standard diet (p<0.05). However, there was no significant difference in nutrition status, ureum and creatinine changes between patients who got modified diet and those who got hospital standard diet (p<0.05). The result of analysis on perception of patients about commercial diet showed that patients could accept commercial diet. Conclusion: Commercial modified diet could increase intake of energy and protein of pre-hemodialysis chronic kidney patients.

Kata Kunci : Diet Modifikasi Komersial,Penyakit Ginjal Kronik,Status Gizi Pasien, Commercial modified diet could increase intake of energy and protein of pre-hemodialysis chronic kidney patients.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.