Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Asupan Zat Gizi dan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Provinsi Sulawesi Tenggara
SUWARNI, Prof. Dr. dr. A.H. Asdie, SpPD-KEMD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang : Penyebabnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi, lemak yang tinggi, kegemukan, stress, umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, merokok, dan konsumsi minuman beralkohol (Gunawan,L,2001). Prevalensi diseluruh dunia mencapai 15-20%, Asia 8-18% dan untuk Indonesia 1,8 -28,6% penduduk berusia diatas 20 tahun menderita hipertensi. Dalam penanganan masalah ini bukan hanya obat-obatan namun dengan cara penyuluhan atau konseling sebagai proses pertolongan kepada klien untuk membantu dalam menghadapi masalah yang dialami baik berupa konseling gizi dengan menggunakan leaflet. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap asupan zat gizi dengan tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode Penelitian :Penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan pre dan post kontrol design. Sampel sebanyak 50 orang terdiri kelompok intervensi yang diberi konseling gizi dengan leflet dan kelompo control hanya diberi leaflet. Pengolahan data asupan zat gizi dianalisis dengan nutri survey, untuk mengetahui perbedaan kelompok intervensi dan kontrol digunakan uji Chi-square, dan untuk mengetahui pengaruh antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dilakukan dengan uji t-test. Hasil : Pada awal penelitian untuk asupan zat gizi lemak, natrium,kalium, magnesium dari kedua kelompok setelah diuji statistik ternyata tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok control. Setelah akhir penelitian ternyata ada pebedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dimana kelompok intervensi diberi konseling gizi dengan leaflet dan kelompok kontrol hanya leaflet saja tanpa konseling gizi. Pada tekanan darah awal penelitian tidak terdapat perbedaan antara kedua kelompok namun pada akhir penelitian ada perbedaan antara kelompok yang diberi konseling gizi dengan leaflet dan kelomok yang hanya diberi leaflet tanpa konseling gizi. Kesimpulan : Asupan zat gizi dan tekanan darah lebih baik pada kelompok yang diberi konseling gizi dengan leaflet dari pada yang beri leaflet saja.
Background : The cause of hypertension is high consumption of salt and fat, obesity, stress, age , sex, family history, smoking and consumption of alcoholic drinks. The prevalence of hypertension in the world is 15%-20%, in Asia 8 – 18% and in Indonesia 1,8 -28,6%. The solution to this problem is not only depends on drugs but also counseling through leaflet as the process of assisting clients in facing the problem of hypertension. Objektive : The effect of nutrition counseling to intake and blood pressure of hypertension outpatiens at local hospital of the province of Sulawesi Tenggara. Method : The study was quasi experimental will pre and post control design. Samples were divided into 2 groups; the first was given nutrition counseling and leaflet and the second (control) was only given leaflet. Samples were hypertension patients who fulfilled inclusion and excklusion criteria. There were 25 samples per group. Data of nutrient intake were processed using nutri survey. Chi square test was used to identify the difference between the intervention group and the control group;whereas t-test was used to identify independent as well as dependent variables. Result : There was no significant diferrence in intake of fat, natrium, potassium and magnesium (p>0.05) between te intervention group and control group. At the end of the study there was difference between the intervention group dan control group whereby the intervention group was given nutrition counseling and leaflet and the control group was only given leaflet without counseling (p<0,001). At the initial study there was no difference in blood pressure between the two group (p>0,05); how ever at the end of the study there was difference between the group with nutrition counseling and leaflet and the group with leaflet without nutrition counseling (p<0,05). Conclusion: Nutrient intake and blood pressure were better in the group with nutrition counseling and leaflet than that of in the group with leaflet only.
Kata Kunci : Konseling Gizi,Asupan Zat Gizi,Tekanan Darah, Nutrition counseling; nutrient intake, blood pressure