Pola Makan, Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Anak Balita Suku Anak Dalam Di Nyogan Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi
ERNI, dr. M. Jufrie, SpAK, PhD
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Masyarakat Suku Anak Dalam yang hidup terisolir dengan pola hidup yang masih sangat sederhana dengan berbagai keterbatasan akan sangat berpengaruh pada pola makan dan status gizi anak balita Suku Anak Dalam. Tujuan. Mengetahui pola makan, asupan zat gizi dan status gizi anak balita Suku Anak Dalam di Nyogan Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Metoda. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian observational dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah anak Balita Suku Anak Dalam (Kategori menetap) yang berusia 24 – 59 bulan di Nyogan Kab. Muaro Jambi Provinsi Jambi. Jumlah sampel 48 anak balita. Data yang dikumpulkan adalah data pola makan, asupan zat gizi dan status gizi, data karakteristik orang tua dan subjek serta gambaran umum lokasi penelitian. Analisa data untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dengan status gizi dengan menggunakan uji chi square test. HASIL. Pola makan anak balita SAD jika dilihat dari jenis makanan sebagian besar sudah lengkap yaitu 54,2% demikian juga frekuensi makannya sebagan besar sudah baik yaitu 52,1%, namun masih ada sebagian anak balita yang jenis makanannya tidak lengkap yaitu 45,8%, dan 47,9% yang frekuensi makannya tidak baik. Rata-rata asupan energi dan protein anak balita SAD masing-masing adalah 1020,93 ± 298.68 Kkal/hari dan 28.49 ± 8.08 gram/hari. Sebagian besar anak balita SAD asupan energi dan proteinnya berada dalam kategori cukup (≥ 80% AKG) yaitu masing-masing 60,4% balita dan 77,1% balita, sedangkan anak balita yang asupan energi dan protein kurang masing-masing 39,6% dan 22,9%. Status gizi kurang anak balita Suku Anak Dalam dengan menggunakan indikator BB/U adalah 16,7%, TB/U adalah 12,5% Pendek dan 8,3% kurus untuk indikator BB/TB. Kesimpulan. Ada hubungan asupan zat gizi (energi dan protein) dengan status gizi anak balita SAD.
Background: Anak Dalam tribal community lives in an isolated area with meagre living pattern and numerous limitations. This condition affects eating pattern and nutrition status of children under five of Anak Dalam Tribe. Objective: To identify eating pattern, nutrient intake and nutrition status of children under five of Anak Dalam Tribe at Nyogan, District of Muaro Jambi, Province of Jambi. Method: The study was observational with cross sectional design. Population of the study were children under five of Anak Dalam Tribe aging 24 – 59 months at Nyogan, District of Muaro Jambi, Province of Jambi. Data obtained consisted of eating pattern, nutrient intake and nutrition status, characteristics of parents and subject as well as general overview of the location of the study. Chi Square test was used to find out the relationship between nutrient intake and nutrition status. Result: As much as 54.2% of children of Anak Dalam Tribe had varied types of foods and 52.1% of them had good eating frequency; 45.8% had incomplete types of foods and 47.9% had poor eating frequency. Average energy and protein intake of children under five of Anak Dalam Tribe were 1020.93 + 298.68 kcal/day and 28.49 + 8.08 grams/day. Most of the children had adequate energy and protein intake (≥80% nutrition sufficiency); i.e. 60,4% and 77,1% subsequently. Those who had inadequate energy and protein intake were 39,6% and 22,9% subsequently. Inadequate nutrition status of children under five of Anak Dalam Tribe using on indicator of weight/age was 16.7%, height/age was 12.5%, weight/height was 8.3%. Conclusion: There was significant nutrient intake (energy and protein) with nutrition status of children under five of Anak Dalam Tribe.
Kata Kunci : Pola Makan, Asupan Zat Gizi, Status Gizi Anak Balita