Laporkan Masalah

Analisis Pembiayaan Program Pemberantasan Malaria di kabupaten Nias Tahun 2004-2007

ZEBUA, Kasih Trisnawati, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit yang muncul kembali (re-emerging disease) yang ditandai dengan peningkatan kasus di beberapa daerah. Kabupaten Nias merupakan wilayah endemis malaria dengan Annual Malaria Incidence (AMI) dari tahun 2003-2006 berturut-turut adalah 63,15‰; 85,78‰; 52,03‰ dan 43,2‰. Tahun 2005 telah terjadi KLB sejumlah 254 kasus, kematian 2 orang dengan AR=2,97% dan CFR=0,79%. Kegiatan pemberantasan telah diupayakan tetapi kondisi sumber dana masih sangat terbatas, terutama dukungan pendanaan dari pemerintah. Pasca gempa bumi 28 Maret 2005 ada banyak NGO/LSM yang ikut terlibat dalam penangan masalah kesehatan di Kabupaten Nias termasuk penanggulangan malaria. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi sumber-sumber dan alokasi pembiayaan program pemberantasan malaria di Kabupaten Nias tahun 2004-2007 . Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik. Yang dianalisis adalah pembiayaan kegiatan program malaria yang sudah dilaksanakan. Data yang digunakan adalah data sekunder tentang pembiayaan kegiatan program malaria di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias. Hasil Penelitian: Pembiayaan program pemberantasan malaria tahun 2004- 2007 di Kabupaten Nias bersumber APBD II adalah sebesar Rp 105.454.000,-, dan bersumber dari bantuan/pinjaman luar negeri, yaitu dari UNICEF sebesar Rp 16.176.264.000,- ; Global Fund ATM Rp 67.670.000,- dan pendanaan dari proyek DFA PHP-II Rp 1.464.405.000,-. Kegiatan yang paling besar menyerap anggaran adalah kegiatan kelambunisasi. Kesimpulan: Pembiayaan program pemberantasan malaria masih bergantung pada pendanaan dari bantuan/pinjaman luar negeri. Anggaran paling banyak dialokasikan untuk kegiatan pemberantasan vektor dan yang sifatnya preventif .

Background: Malaria is one of the reemerging disease indicated by raising of it cases at some areas. Nias district is considered as an endemic area of malaria. The Annual Malaria Incidence (AMI) 63,15‰; 85,78‰; 52,03‰ dan 43,2‰, respectively. In the year 2005, there was an outbreak with 253 cases and caused 2 people dead with AR=2,79% and CFR=0,79%. Efforts have been done to eradicated malaria but so far there is a lack of local funding allocated for this programme activities. After the earthquake on March,28th 2005 there were many NGO participated to handling public health problem in Nias distric included for malaria control. Objective: The objective of this study was to find out and to identify resources of malaria eradication programme and how to spend it in Nias distric on the year 2004 to 2007. Method: This study was a analitic. The study using secondary data available in Health Distric Office documents about malaria eradication programme financing. Result: Malaria eradication programme financing in Nias distric on the year 2004 to 2007 resourced from local government fund Rp 105.454.000,- and the internasional aid/loan such as UNICEF Rp 16.176.264.000,- ; Global Fund ATM Rp 67.670.000,- and DFA PHP-II Rp 1.464.405.000,-. Among of the whole activities that have implementated, bed nets was an activities which spent much fund. Conclution: The funding resources for malaria eradication programme in Nias distric largely depend on international aid. Preventive activities and to keep out vector of malaria were the most proggrame has been done.

Kata Kunci : Sumber Pembiayaan,Pemberantasan Malaria,Alokasi, inancing resources, allocated, eradication malaria programme.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.