Laporkan Masalah

Variasi Tagihan Pasien Rawat Inap Penyakit Demam Berdarah dan Appendicitis di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Sarjito Yogyakarta

TRIANA, Nenny, Prof. dr. Hari Kusnanto, Dr.PH

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang Biaya pelayanan kesehatan cenderung meningkat dan menjadi tidak pasti. Tidak adanya suatu standar pelayanan medis yang jelas menciptakan suatu kesempatan bagi pihak PPK untuk membentuk suatu kebutuhan agar pasien mengkonsumsi pelayanan kesehatan yang tidak diperlukan dalam upaya penyembuhan dan pengobatan. Penerapan standar tarif baku rumah sakit secara otomatis akan mendorong terciptanya transparansi pembiayaan pelayanan kesehatan, pasien bisa mengetahui kepastian biaya, kejelasan diagnosis penyakit dan perawatan yang diterima, serta tidak harus mengeluarkan biaya yang seharusnya tidak perlu. Penerapan metode Diagnosis Related Group (DRG) sebagai salah satu alternatif pengendalian biaya pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi besar tagihan dan faktor-faktor yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap variasi tagihan pasien demam berdarah dan appendicitis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan data sekunder yang tersedia di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dua tipe data yang digunakan adalah ringkasan kepulangan pasien dalam rekam medis dan rekap biaya perawatan selama di rawat inap pasien demam berdarah dan appendicitis. Sampel yang digunakan adalah pasien yang tercatat pada Januari 2006-Juli 2007 Hasil dan Pembahasan Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa tagihan untuk penyakit demam berdarah memiliki nilai rata-rata sebesar Rp 2.290.378,- dengan standar deviasi Rp 3.048.075,-. Usia, jenis kelamin, status kepulangan, komorbiditas, komplikasi, kelas perawatan, derajat DHF, dan lama hari rawat memiliki nilai yang signifikan dalam mempengaruhi total tagihan. Path analysis menunjukkan bahwa komorbiditas memiliki nilai pengaruh yang paling besar. Pada pasien appendicitis, menunjukkan bahwa rata-rata total tagihan sebesar Rp 4.401.190,- dengan standar deviasi Rp 2.773.294,-. Terdapat beberapa faktor yang secara signifikan mempengaruhi total tagihan yaitu komorbiditas, tindakan operasi, dan lama hari rawat, dengan variabel komorbiditas memiliki pengaruh paling besar terhadap total tagihan. Kesimpulan Terdapat pengaruh langsung usia, jenis kelamin, status kepulangan pasien, komorbiditas, komplikasi, kelas perawatan, tindakan operasi, derajat DHF, dan lama hari rawat terhadap total tagihan. Lama hari rawat bukan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap total tagihan baik pada pasien demam berdarah maupun appendicitis. Namun, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komorbiditas memiliki nilai yang cukup signifikan dalam mempengaruhi total tagihan. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap faktor komorbiditas dalam penetapan tarif dan pengaruhnya terhadap total tagihan.

Background Health care cost has been increasing and less predictable. There is no standard medical care, so that health care provider may induce demand for unnecessary consumption of medical care. A standard pricing of hospital care would increase transparency of hospital charges, predictable price, certainty in diagnostic and hospital care, and prevent unnecessary cost. Diagnostic Related Group is one of alternatives for cost containment due to unnecessary care. The objective of this study was to identify the hospital charge and its determinants to explain variation of direct patient expenditure for dengue haemorrhagic fever and appendicitis in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta. Method This is a case study using secondary data available at Dr. Sardjito Hospital. Two types of data sources were identified. First, the computerized abstraction of discharge summaries and second, database of hospital charges to corresponding patients for dengue haemorrhagic fever and appendicitis inpatient. The sample of inpatient were those admitted between January 2006 to July 2007. Result The results indicated that the average hospital charge of dengue haemorrhagic fever was Rp 2.290.378,- (standard deviation Rp 3.048.075,-). Age, gender, discharge status, comorbidity, complication, inpatient class, DHF grade, and length of stay significantly affected the total hospital charge. The path analysis suggested that comorbidity played the most significant effect on the charge. For appendicitis inpatient, the study showed that the average hospital charge was Rp 4.401.190,- (standard deviation Rp 2.773.294,-). There are some factors significantly affected the total hospital charge, namely comorbidity, operation, and length of stay. The same as dengue haemorrhagic fever, path analysis suggested that comorbidity played the most significant effect on the charge. Conclusion It can be concluded that age, gender, discharge status, comorbidity, complication, inpatient class, DHF grade, operation treatment, and length of stay significantly affected the total hospital charge for both dengue haemorrhagic fever and appendicitis. Length of stay was not the strongest factor affecting hospital charge. Meanwhile, this study showed that comorbidity was consistently the most influential factor on the total hospital charge. Further research should be carried out to explore the dominant role of comorbidity on hospital charge and adjust the pricing strategy accordingly.

Kata Kunci : Variasi Tagihan,Pasien Rawat Inap,Diagnosis Releted Group, hospital charge variation, inpatient, Diagnosis Related Group


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.