Deskripsi pengetahuan, karakteristik, pelayanan kesehatan dan perilaku ibu dalam pemberian makanan pada balita gizi kurang di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun
FIRDAUS, Akmal, Toto Sudargo, SKM., M.Kes
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Gangguan tumbuh kembang bayi dan anak usia di bawah 5 tahun (balita) merupakan masalah yang serius dan perlu ditanggulangi. Usia di bawah 2 tahun merupakan masa yang amat penting sekaligus masa kritis dalam proses tumbuh kembang anak baik fisik maupun kecerdasan. Data statistik kesehatan di Biro Pusat Statistik tahun 2001 memperlihatkan status gizi kurang balita di Indonesia adalah (8,74%). Data yang diperoleh dari Puskesmas Meral Kabupaten Karimun bulan Januari 2008, menunjukkan jumlah balita sebanyak 4.870 balita, yang ditimbang sebanyak 750 balita. Hasil penimbangan menunjukkan bahwa sebanyak 6 orang balita gizi buruk (0,8%) dan 50 orang balita berstatus gizi kurang (6,7%). Mendalami permasalahan tersebut perlu dikaji pengetahuan ibu, karakteristik ibu dan pelayanan kesehatan yang berperan terhadap perilaku ibu dalam pemberian makanan pada balita status gizi kurang sesuai dengan kaidah kesehatan. Balita yang mengalami gizi kurang memerlukan intervensi yang seharusnya jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi normal. Tujuan Penelitian : Memberikan gambaran tentang karakteristik, pengetahuan dan pelayanan kesehatan yang tersedia dengan perilaku ibu dalam pemberian makanan pada balita status gizi kurang dii Kecamatan Meral Kabupaten Karimun. Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan cross sectional. Jenis ini digunakan untuk mengetahui gambaran antara karakteristik demografi, ketersediaan sarana pelayanan kesehatan, pengetahuan ibu terhadap perilaku ibu dalam memberikan makanan pada balita gizi kurang di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun. Subjek penelitian adalah ibu dari balita dengan gizi kurang. Hasil Penelitian: 1) sebagian besar responden adalah lulusan SD, pendapatan antara Rp 500.000 – Rp 990.000, memiliki 1 orang balita, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga, 2) pengetahuan responden sebagian besar adalah baik, perilaku sebagian besar responden kurang baik dan 96% responden menyatakan bahwa Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Meral tersedia, 3) rendahnya pendapatan keluarga mengakibatkan kemampuan penyajian makanan kepada balita turut rendah. 4) latar belakang pendidikan responden yang rendah membuat mereka sulit untuk bersikap dan berpikir terbuka berkaitan dengan pola asuh gizi balitanya. Kesimpulan: Latar belakang pendidikan ibu dan penghasilan keluarga memiliki keterkaitan dengan perilaku ibu dalam memberi makan balitanya yang bergizi kurang di Kecamatan Meral Kabupaten Karimun.
Background: Annoyance of baby’s growth and children under five years old is a seriously problem and importance to fix it. Children under two years old is an important and critical time also, in growth and developing process, both of physical and intellegence. Health statistical data at Central Statistic Beraue in 2001 showed that under five years old child with malnutrition in Indonesia was about 8,74%. Data from Puskesmas of Meral Regency on January 2008, from 4.870 children under five years old and 750 children were follow Posyandu. And the result showed that there were 50 kids with malnutrition (6,7%). Understanding these problems, it needs to explore about mother’s knowledge, characteristic and health service which influence mother’s behaviour in feeding their under five years old child, based on health method. Objective: To describe and study few factors that have relationship with mother’s behaviour in feeding of under five years old children with malnutrition at District of Meral, Regency of Karimun. Method: This research was an descriptive quantitative research with cross sectional design. This type was used to explore relationship between demography characteristic, health service, mother’s knowledge to her attitude in feeding under five years old child in District of Meral, Karimun Regency. Result: 1) most of respondents were graduation from Elementry school with family’s earning between Rp 500.000 – Rp 990.000, have 1 kid, and a house wife, 2) from respondents’s knowledge, most of them were good, but different with it, mother’s behaviour was not good and 96% from respondents said that health service at Meral District were exist, 3) Family’s earning was low caused the ability of food preparing to the children was low either, 4) Respondents education background that was low made them difficult to behave and open minded about nutrition for their children. Conclusion: Education and earning’s family was variabels that have relationship with mother’s behaviour in feeding her child with malnutrition at Meral Regency of Karimun
Kata Kunci : Balita,Pelayanan kesehatan,Perilaku,Gizi kurang,Pendidikan,Penghasilan, Knowledge, education, economic, mount of under five years old children, health service, behaviour, malnutrition