Laporkan Masalah

Perencanaan promosi kesehatan dalam menurunkan angka kejadian hubungan heteroseksual malam hari remaja suku Rejang di Desa Taba Baru Kabupaten Bengkulu Utara

RIDWAN, Muhamad, Dr. MG. Adiyanti

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Remaja suku Rejang di Kabupaten Bengkulu Utara mempunyai kebiasaan berhubungan heteroseksual malam hari. Remajaremaja tersebut saling berinteraksi satu sama lain sampai larut malam. Hubungan heteroseksual malam hari ini berpotensi terjadi berbagai masalah bagi kesehatan remaja, antara lain kehamilan tak dikehendaki yang menjurus kepada aborsi yang tidak aman dan komplikasinya, putus sekolah serta kehamilan dan persalinan usia muda. Kehamilan dan persalinan kurang dari 20 tahun memberi risiko kematian ibu dan bayi 2- 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan kehamilan pada ibu berusia 20-35 tahun, sehingga dibutuhkan perencanaan promosi kesehatan. Tujuan : (1) Menggambarkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hubungan heteroseksual malam hari remaja suku Rejang (2) Mengeksplorasi hubungan heteroseksual malam hari remaja suku Rejang , meliputi: tempat, penampilan remaja laki-laki dan perempuan, aktivitas, waktu dan perasaan yang diekspresikan, (3) Menggali kebutuhan promosi kesehatan bagi remaja suku Rejang. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan diskusi terfokus. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis isi dan teknik analisis domain. Hasil Penelitian : Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah faktor imitasi, faktor orangtua, faktor teman sebaya, faktor pedoman/pandangan atau norma, faktor pengetahuan. Bentuk hubungan yang terjadi pada saat dengan pasangannya adalah bergandengan tangan, berangkulan, berciuman, perabaan, dan belaian. Kebutuhan promosi kesehatan meliputi pengetahuan kesehatan reproduksi, pergaulan yang sehat antara remaja laki-laki dan perempuan, persiapan pernikahan dengan metode penyuluhan, konseling, ceramah dengan audiovisual dan diskusi kelompok. Kesimpulan : Hubungan hetroseksual yang terjadi disebabkan karena pengaruh lingkungan dan kebiasaan masyarakat melakukan kegiatan tersebut, di samping kurangnya pengamalan terhadap norma agama. Dalam hubungan heteroseksual tersebut muncul nafsu karena menonton CD porno dan ingin mencoba dengan pasangannya. Remaja suku Rejang Kabupaten Bengkulu Utara sangat membutuhkan program promosi kesehatan.

Background: Teenagers of Rejang Tribe at District of Bengkulu Utara have the habit of heterosexual relationship during the night. They interact with each other until late the night. This heterosexual relationship brings a potential for teenage health problems, among others are unwanted pregnancy leading to unsafe abortion and its complications, drop out and teenage pregnancy and childbirth. Pregnancy and childbirth among mothers of less than 20 years old bring risks for maternal and infant mortality 2 – 4 times greater than those of 20-35 years old, so that health promotion planning is need. Objective: 1) To get an overview of factors causing heterosexual relationship during the night among teenage Rejang Tribe; 2) To explore heterosexual relationship which include location, appearance of male and female teenagers, activities, time and feelings expressed; 3) To probe needs for health promotion among teenage Rejang Tribe. Method: This was a qualitative study. Data were obtained through in depth interview, observation and focus group discussion and analyzed using content and domain analysis technique. Result: Factors affecting heterosexual relationship were imitiation, parents, peers, faith or norms, and knowledge. Relationship was expressed in walking hand in hand, hugging, kissing, fondling, caressing. The need for health promotion consisted of knowledge about reproductive health, healthy relationship among male and female teenagers, preparation for marriage using methods of socialization, counseling, lecture with audio visual presentation and group discussion. Conclusion: Heterosexual relationship occured due to environmental influence and habit in the community as well as lack of the practice of religious norms. Heterosexual relationship occurred due to arising passion as a consequence of watching pornographic films through CD and a desire to practice them with partners. Teenage Rejang Tribe at District of Bengkulu Utara were in need of health promotion programs.

Kata Kunci : Hubungan heteroseksual,Suku Rejang,Promosi kesehatan,Remaja, teenagers, heterosexual, planning, health promotion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.