Perilaku penggunaan alat pelindung diri dan kejadian dermatitis akibat kerja pada pekerja pengangkut sampah di PT. USB Kota Jambi
YASARI, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS. Sp.Ok
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang. Dermatitis Akibat Kerja merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang terbanyak dari seluruh Penyakit Akibat Kerja. Salah satu upaya untuk mencegah penyakit akibat kerja adalah penyelenggaraan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) termasuk di antaranya tentang penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja. Berdasarkan hal tersebut perlu diadakan penelitian tentang hubungan perilaku penggunaan APD dengan terjadinya Dermatitis Akibat Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang K3 termasuk penggunaan APD, sikap dan tindakan terhadap penggunaan APD dengan kejadian Dermatitis Akibat Kerja pada pekerja pengangkut sampah di PT. USB Kota Jambi. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dilakukan secara observasi dengan rancangan cross sectional. Rancangan ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat pada waktu bersamaan, yakni mengukur perilaku, menghubungkannya dengan kejadian Dermatitis Akibat Kerja. Subyek penelitian adalah populasi dijadikan sampel. Hasil. Dari analisis uji chi kuadrat terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan K3 termasuk penggunaan APD, sikap memakai APD dan tindakan terhadap penggunaan APD dengan kejadian Dermatitis Akibat Kerja (p<0,05). Hasil uji logistik berganda diketahui bahwa pengetahuan tentang K3 termasuk penggunaan APD yang rendah memberi peluang 2 kali untuk terjadinya Dermatitis Akibat Kerja jika dibandingkan dengan pengetahuan yang tinggi (OR 2,218), sikap kurang baik terhadap penggunaan APD memberi peluang 2 kali terjadinya Dermatitis Akibat Kerja (OR 2,26) dibandingkan dengan memiliki sikap yang baik, sedangkan tindakan kurang baik terhadap penggunaan APD 7 kali memberi peluang untuk terjadinya Dermatitis Akibat Kerja jika dibandingkan yang baik (OR 6,648). Kesimpulan, Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan K3 termasuk penggunaan APD, sikap dan tindakan terhadap penggunaan APD dengan kejadian Dermatitis Akibat Kerja. Semakin tinggi pengetahuan K3 termasuk penggunaan APD dan semakin baik sikap dan tindakan terhadap penggunaan APD, akan semakin kecil kemungkinan terjadinya Dermatitis Akibat Kerja.
Background: Occupational Dermatitis is one of Occupational Diseases and the most predominant one among other occupational dermatitis. One of the prevention efforts of occupational disease is the use of personal protective equipment (PPE) in working places. Based on that facts, it is necessary to investigate the relationship between the behavior in using PPE and the incidence of Occupational Dermatitis on the waste collector in PT.USB, Jambi. Method: The method used was quantitative method undertaken by observation and cross sectional analysis. The research subjects are samples taken from the population of waste collectors. Result: After being analyzed with chi square test, there was significant correlation between K3 knowledge including the utilization of PPE, attitude in using PPE and action of using PPE with the incidence of Occupational Dermatitis (p > 0,05). The result of double logistic test showed that knowledge on PPE had twice to suffer from Occupational Dermatitis (OR 2,128), and also similar with attitude in using PPE (OR 2,26), while action toward utilization of PPE was 7 times had opportunity for Occupational Dermatitis. Conclusion: There was a significant influence between K3 knowledge including the utilization of PPE, attitude and action in using PPE is good so that action toward K3 knowledge including the utilization of PPE, when the attitude in using PPE is good so that action toward utilization of PPE will be smaller for Occupational Dermatitis .
Kata Kunci : Dermatitis,Alat pelindung diri,Pengangkut sampah, Dermatitis, PPE, Waste Collector