Laporkan Masalah

Kadar timbal darah, hipertensi, dan perasaan kelelahan kerja pada petugas stasiun pengisian bahan bakar umum di Kota Manado

KAWATU, Paul Arthur Tennov, Dr. dr. Lientje Setyawati Maurits, MS., Sp.Ok

2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Dewasa ini, pencemaran dari bahan bakar bensin bertimbal dikuatirkan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya kendaraan bermotor. Dengan semakin meningkatnya polutan timbal (Pb) di udara maka manusia akan lebih berisiko terpapar dengan bahan berbahaya ini. Berbagai efek paparan timbal bagi kesehatan manusia antara lain memicu terjadinya hipertensi dan kelelahan kerja. Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) merupakan kelompok berisiko tinggi terpapar timbal, karena seharihari bekerja terpapar dengan uap atau percikan bensin dan asap kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar timbal darah dengan kejadian hipertensi dan perasaan kelelahan kerja terhadap petugas SPBU di Kota Manado. Rancangan penelitian menggunakan rancangan potong lintang, dengan sampel sebanyak 96 responden. Hasil penelitian dengan analisis bivariat menunjukkan bahwa kadar timbal darah mempunyai hubungan positif dan bermakna, tapi lemah dengan kejadian hipertensi (p<0,05; rpbis=0,324; rpbis2=0,105), dan kadar timbal darah juga memiliki hubungan yang positif, linier dan bermakna, tapi lemah dengan perasaan kelelahan kerja (p<0,05; r=0,374; r2=0,140). Pada analisis multivariat menunjukkan bahwa kadar timbal darah merupakan prediktor yang bermakna (p<0,05) terhadap terjadinya hipertensi dengan bobot sumbangan efektif sebesar 6,74%. Kadar timbal darah pula menjadi prediktor yang bermakna (p<0,05) terhadap perasaan kelelahan kerja dengan bobot sumbangan efektif sebesar 9,06%. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka kadar timbal darah mempunyai hubungan dan menjadi prediktor yang bermakna terhadap terjadinya hipertensi dan perasaan kelelahan kerja, setelah mengendalikan beberapa prediktor lainnya. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan dampak timbal melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan penerapan prinsip kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas SPBU.

The contamination from gasoline is getting higher along with the increasing number of cars up to this days. With the improvement of lead polutant (Pb) on the air, human being will get more risk of being exposed by the danger of this substance. Various effect of lead exposure toward human health are hypertension and occupational fatigue. The workers of SPBU is a high risk group that was exposed by lead, since they were used to exposed with fume or gasoline and smoke of cars. This research was aimed to find out the relationship between blood lead level and the incident of hypertension and occupational fatigue feeling toward workers of SPBU in Manado municipality. This was a cross sectional research with 96 respondents. The bivariat analysis showed that blood lead level had positive and significant correlation and yet weak toward hypertension incident (p<0,05;rpbis=0,324; rpbis2=0,105), and blood lead level also had positive correlation, linear, significant and yet weak toward occupational fatigue feeling (p<0,05; r=0,374; r2=0,140). The multivariate analysis showed that the blood lead level was a significant predictor (p<0,05) toward hypertension incident with effective contribution of 6,74%. The blood lead level was also the significant predictor (p<0,05) toward the occupational fatigue feeling with the effective contribution of 9,06%. The research result showed that the blood lead level had significant relationship and predictor toward hypertension and occupational fatigue feeling after the other predictors being controlled. Therefore, prevention effort on the impact of lead through continuous health examination and application of health principles and occupational safety for the SPBU workers is necessary.

Kata Kunci : Timbal darah,Hipertensi,Kelelahan kerja,Keselamatan kerja,Pengisian bahan bakar,blood lead level, hypertension, occupational fatigue feeling


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.