Strategi pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) mandiri Kabupaten Hulu Sungai Selatan Propinsi Kalimantan Tengah
WAHYUNINGSIH, Hanti, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Adanya perubahan lingkungan yang terjadi, permasalahan internal dan eksternal yang dihadapi serta adanya keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberi peluang bagi Bapel JPKM di daerah untuk menjadi lembaga asuransi sosial menuntut pra Bapel Kandangan Sehat untuk dapat meresponnya dengan merumuskan strategi yang sesuai dalam mengembangkan JPK Mandiri di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini adalah studi kasus deskriptif. Data diperoleh dari hasil survei, diskusi kelompok terarah, wawancara mendalam, observasi dan penelusuran data sekunder. Responden penelitian berjumlah 39 orang, terdiri dari kepala puskesmas, peserta dan mantan peserta JPK Mandiri, Sekretaris Daerah, Ketua Komisi I DPRD, Kepala Bagian Tata Usaha RSU Brigjend. H Hassan Basry Kandangan, Kepala Dinas Kesehatan dan seluruh personil Pra Bapel Kandangan Sehat. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi yang akan menjadi pilihan organisasi. Hasil : Pra Bapel Kandangan Sehat mempunyai kekuatan yang lebih besar dari pada kelemahan dan mempunyai peluang yang lebih besar dari pada ancaman sehingga dengan kekuatan yang dimiliki dapat memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal. Kesimpulan : Posisi pra Bapel Kandangan Sehat berada pada kuadran I maka disarankan untuk melakukan strategi membangun dan bertumbuh melalui pengembangan produk, diversifikasi dan penetrasi/konsentrasi pasar.
Background: Environmental changes, internal and external problems, and the decree of Constitution Court, which gives the opportunity for the managing council of healthcare insurance for poor communities to become a social insurance institution, demand pre managing council of Kandangan Sehat to respond to them by formulating strategies relevant for the development of self- supported healthcare insurance at District of HSS. Objective: To formulate the strategies for the development of self-supported healthcare insurance of the district of HSS. Method: This was a descriptive case study. Data were obtained from observation, focus group discussion, indepth interview and the result of secondary data search. There were as many as 39 respondents, consisting of head of health center, participants and former participants of self-supported healthcare insurance, local government secretary, head of commission I of local parliament, head of administrative department of Brigjend. H. Hassan Basry Hospital of Kandangan, head of health office and all staff of pre managing council of Kandangan Sehat. Data were analyzed quantitatively and qualitatively to identify strengths, weaknesses, opportunities and threats (SWOT). The result of SWOT analysis was used to decide the intended strategies. Result: Pre managing council of Kandangan Sehat had bigger strengths than weakness and had bigger opportunities than threats so that both strength and opportunities could be optimized at their best. Conclusion: The position of pre managing council of Kandangan Sehat was located at quadrant I; therefore it was suggested to formulate build and grow strategies through product development, diversification and market penetration.
Kata Kunci : Jaminan pemeliharaan kesehatan,Analisis SWOT,Stategi pengembangan organisasi, SWOT analysis, healthcare insurance, strategy development