Analisis pengaruh bencana lumpur Lapindo terhadap nilai tanah sekitarnya :: Studi pada Kabupaten Pasuruan tahun 2005-2007
SOEGIHERPRAJOKO, Constantinus Chrisnan, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanBencana Lumpur Lapindo Sidoarjo yang sampai saat ini belum berakhir menimbulkan kerugian yang cukup besar, masalah utama adalah tidak dapat dipergunakannya kembali tanah-tanah yang terkena dan terendam bencana lumpur tersebut di kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Bencana ini juga mengganggu transportasi utama di Jawa Timur dengan putusnya jalan tol Surabaya- Gempol yang ikut terendam oleh lumpur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tanah di kawasan sekitarnya sebagai alternatif relokasi serta menentukan bentuk fungsi model yang dapat digunakan untuk mengestimasi nilai tanah yang dipengaruhi oleh beberapa variabel. Variabel bebas yang dianalisis adalah waktu (dummy) luas tanah, jarak dari/ke CBD, lebar jalan dan jarak ke pusat bencana. Penelitian ini menggunakan data kerat lintang yang dikumpulkan dengan metode pengambilan sampel acak proporsional. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder sebanyak 60 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model regresi berganda dengan metode OLS. Hasil analisis menunjukan terjadi perubahan variasi Nilai Tanah dengan perubahan Intersep yang tidak normal dari nilai sebelumnya yaitu rata-rata sebesar Rp97.500,00 per m2, hal ini disebabkan adanya spekulan tanah di daerah yang tidak terkena dampak bencana dikarenakan adanya peningkatan permintaan tanah untuk relokasi. Berdasarkan analisis spasial dan model matematik yang sesuai dengan sampel, penelitian ini menemukan bahwa pola nilai tanah di Kecamatan Beji, Kecamatan Gempol dan Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan menunjukkan daerah yang tidak terkena pengaruh negatif bencana lumpur Lapindo Sidoarjo sehingga terjadi kenaikan yang cukup besar terhadap Nilai Tanah setelah bencana. Kemudian diketahui pula bahwa variabel dummy waktu transaksi, jarak ke CBD, luas tanah, dan lebar jalan sesuai dengan hipotesis dan secara signifikan berpengaruh terhadap nilai tanah, sedangkan variabel jarak ke pusat bencana tidak sesuai dengan hipotesis.
The disaster of Lapindo Mud Vulcano in Sidoarjo which still cannot be over come until now, cause big losses. The primary problem is the lands which impact and deeply contamined by the mud cannot used again by the people. This disaster also makes main transportation in East Java disturbed by break off the street of Tol Surabaya-Gempol which is also dept by Lapindo Mud. The research intends to analyze Land value in the around area to use alternatife relocation and to determine the model function form which is appropriate and can be used to estimate residential market value by some variables. Independent variables analized are dummy time, Land Size, Far to CBD, Street Width and distance to Epicentrum Disaster . This research uses cross section data which collected through purposive sampling method. The used data are 60 primary and secondery data sample. Data analysis was conducted with multiple regression model with ordinary least square method. The results of this analize show the change of varians Land value with annormaly change of intercept than earlyer value. The average of Land Value changes is about Rp97,500.00 /m2. Based on Spatial analysis and and mathematic model which is appropiate with the sample, this research find that Value Land design in Beji, Gempol dan Pandaan at Pasuruan Regent Shows the areas which are not contaminated by Lapindo mud disaster in Sidoarjo so make much increasing Land Value after sisaster. It was known that the transaction’s dummy variable time, Land Size, Far to CBD, Street Width are suitable with hypothesis and affected to Land Value significantly, whereas the distance’s variable to the centre of disaster is not suitable with the hypothesis.
Kata Kunci : bencana lumpur Sidoarjo, pusat bencana, nilai tanah, wilayah sekitar, analisis regresi berganda, Mud volcano Sidoarjo, epicentrum, Land value, surrounded error, multiple regression analysis