Pertumbuhan ekonomi dan kesenjangan antar kecamatan di Kabupaten Klaten 1987-2006
IRMANSYAH, Indra, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan, pertama untuk mengetahui kecenderungan kesenjangan pembangunan antarkecamatan di Kabupaten Klaten dengan menggunakan alat analisis indeks Entropi Theil; kedua, mengetahui perubahan struktur perekonomian antarkecamatan di Kabupaten dengan menggunakan alat analisis tipologi Klassen; ketiga, mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kesenjangan antarkecamatan di Kabupaten Klaten dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), PDRB kapita dan jumlah penduduk pertengahan tahun untuk setiap kecamatan di Kabupaten Klaten selama 20 tahun antara tahun 1987 – 2006. Hasil analisis Tipologi Klassen yang membandingkan perubahan struktur ekonomi kecamatan sebelum dan sesudah krisis ekonomi tahun 1997, menemukan adanya perubahan di beberapa daerah, seperti Kecamatan Trucuk, Ceper dan Delanggu mengalami perubahan dari daerah cepat maju dan cepat tumbuh menjadi daerah berkembang cepat; Kecamatan Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Kebonarum, Ngawen, Manisrenggo dan Juwiring mengalami peningkatan perubahan dari daerah relatif tertinggal menjadi daerah berkembang cepat; Kecamatan Jatinom berubah dari daerah maju tapi tertekan menjadi daerah cepat berkembang, sedangkan Kecamatan Kemalang, Wonosari, dan Tulung mengalami penurunan dari daerah maju tapi tertekan menjadi daerah relatif tertinggal. Hasil analisis menggunakan indeks Entropi Theil diperoleh besarnya nilai kesenjangan antarkecamatan selama periode pengamatan rata-rata sebesar 38,98. Besarnya nilai kesenjangan antarkecamatan antara tahun 1987 – 1996 menunjukkan adanya kecenderungan penurunan, namun saat terjadinya krisis ekonomi berdampak terhadap meluasnya kesenjangan antarkecamatan yang melebar hingga tahun 2000. Antara tahun 2000 – 2004 terjadi kecenderungan tidak terjadi perubahan (stabil) akibat mulai membaiknya perekonomi, namun tahun 2005 – 2006 kesenjangan mulai melebar. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan hasil yang signifikan yaitu hubungan positif antara pendapatan per kapita dan kesenjangan antarkecamatan, di mana apabila pertumbuhan meningkat akan diikuti dengan melebarnya kesenjangan pendapatan antarkecamatan, tetapi hasil regresi ini tidak sesuai dengan hipotesis semula sehingga hipotesis Kuznets tidak terbukti di Kabupaten Klaten.
The research is aimed at identifying the propensity of development inequality among the districts in Klaten regency using Theil Entropy Index. Secondly, it attempts to specify the structural change in economics of the districts using Klassen Typology. Finally, it tries to examine the effect of economic development on the inequality among the districts using multiple linear regression. The data includes secondary data, namely per capita Gross Regional Domestic Product and population size in the middle of the year for every district in Klaten regency for 20 years, from 1987 to 2006. The result of Klasen typology, comparing the structural change of district economy before and after the economic crisis in 1997, found the adjustments in several areas, particularly in Trucuk, Ceper and Delanggu. They transform from quickly improved and quickly grown to quickly developing; Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Kebonarum, Ngawen, Manisrenggo and Juwiring districts experience the change, from underdeveloped to developing but depression area; whereas Kemalang, Wonosari, dan Tulung experience the downgrading, from developing but depressed to underdeveloped area. Theil Entropy Index results show the wide inequality among the district during observation period, 38,98. the wide gap of income among the districts from 1987 to 1996 indicated the decrease, even the economic crisis deteriorated the inequality among the district by 1999. Between 2000 and 2004, the amelioration of inequality occurs as a result of the economic recovery. On the basis of multiple linear regressions, there is a positive negative relation between per capita income and inequality among the district which indicated that the hypothesis for Klaten regency is not supported.
Kata Kunci : Produk Domestik Regional Bruto per Kapita, Kesenjangan Antarkecamatan, Kesenjangan Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Entropi Theil, Per Capita Gross Regional Domestic Product, Inequality among the district, Economic Inequality, Economic Growth, Theil E