Laporkan Masalah

Kemampuan keuangan daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di era otonomi 2002-2007

IDIRWAN, Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kemampuan keuangan dan kebijakan pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan selama kurun waktu 6 tahun dari tahun anggaran 2002-2007 dengan menganalisis derajat otonomi fiskal dan kapasitas fiskal, menilai kelayakan pajak dan retribusi yang dipungut dengan menggunakan matriks klasifikasi pajak dan retribusi dan menghitung proporsi belanja daerah berdasarkan kelompok dan jenis pelayanan pemerintah daerah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan derajat otonomi fiskal, kapasitas fiskal, proporsi belanja daerah dan matriks klasifikasi pajak dan retribusi daerah. Data yang digunakan adalah data berbentuk runtun waktu (time series) selama 6 tahun yang diperoleh dari sumbersumber yang terkait dalam penelitian dalam bentuk dokumen-dokumen resmi. Hasil pembahasan dan analisis penelitian adalah sebagai berikut: rata-rata derajat otonomi fiskal Provinsi Sumatera Selatan selama kurun waktu penelitian adalah sebesar 37,87% sehingga apabila mengacu pada penelitian Litbang Depdagri dan Fisipol UGM kriterianya tergolong cukup. Kapasitas fiskal cenderung meningkat selama kurun waktu penelitian dengan peningkatan rata-rata sebesar 0,08% per tahun, terdapat pajak dan retribusi yang masih dapat berkembang, serta masih ada yang terbelakang. Rata-rata proporsi belanja berdasarkan kelompok dan jenisnya dari tahun 2002-2006 untuk Belanja Aparatur sebesar 2,83% per tahun, dan Belanja Pelayanan Publik sebesar 1,55% per tahun. Pada tahun 2007 proporsi belanja terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar 36,20% dan Belanja Langsung sebesar 63,80%.

This research has purpose to study financial capability and policy of financial management of government of South Sumatera province for 6 years from 2002 to 2007 by analyzing fiscal autonomy level and fiscal capacity, assessing tax and retribution collected using tax and retribution classification matrix and calculating proportion of local expenditure based on group and service types of local government. Analytical tool used in this research was analysis with descriptive quantitative approach using fiscal autonomy level, fiscal capacity, proportion of regional expenditure and local tax and retribution classification matrix. Data used was time series for 6 years obtained from sources related to this research in form of official documents. The results indicated that average fiscal autonomy level of South Sumatera Province in study period was 37,87% and according research by the Litbang Depdagri and Fisipol UGM, the level was moderate. Fiscal capacity tended to rise in study period in the rise average 0,08% unnually; there were tax and retribution that can still develop; and there was still one lagged behind. Average expenditure proportion based on group and type from 2002 to 2006 for civil servant expenditure and public servicing was 2.83% and 1.55% annually, respectively; while in 2007 the expenditure consisted of indirect expenditure (36.20%) and direct expenditure (63.80%).

Kata Kunci : Keuangan daerah, Otonomi daerah, Anggaran belanja daerah, Local Financial, Regional Autonomy.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.