Aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat suku terasing :: Study analisis aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat suku Akit di Kecamatan Rupat
SOFYAN, Agus, Prof. Dr. Agus Dwiyanto
2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikPada era global sekarang ini pendidikan bukanlah merupakan kebutuhan tambahan bagi keluarga akan tetapi merupakan hal yang wajib ada untuk menapak masa depan. aksesibilitas pendidikan yang tidak diskriminatif dan bermutu harus merupakan sesuatu yang menjadi perhatian bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas Suber Daya Manusia ( SDM ). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif , akan tetapi tidak menutup kemungkinan menggunakan cara cara yang digunakan oleh penelitian secara kuantitatif. Dalam metode eksplanasi peneliti menggunakan pendekatan deskriftif, yang bertujuan menggambarkan fenomena tertentu secara lebih konkrit dan terperinci. Penelitian eksploratif sering disebut juga sebagai penelitian untuk menemukan hal-hal baru atau pandangan baru tentang suatu fenomena tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in depth interview) dan melalui data-data sekunder. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau. Aksesibilitas pendidikan sangat tergantung pada supply (penyedia Layanan Pendidikan) dan demand (kemampuan dan Prilaku masyarakat terhadap pendidikan ) .Pada penelitian ini penyedia layanan pendidikan menyediakan biaya yang cukup mulai dari dana pembangunan, rutin dan Bantuan Operasional Sekolah, Program yang ada bagi masyarakat akit masih sangat minim karena tidak adanya program yang khusus untuk masyarakat akit tersebut. Peningkatan Sumberdaya pendidikan harus menjadi prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan mulai dari tenaga pengajar, pengelola sekolah sampai kepada sarana pendidikan dan prasarana penunjang pendidikan seperti jalan, listrik dan akses informasi. Responsifitas masih perlu dibangun secara khusus kepada masyarakat akit melalui komunikasi dan informasi dan sikap petugas yang masih kurang peduli dengan pendidikan masyarakat akit. Kemampuan masyarakat akit masih sangat rendah dalam pendidikan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari ditambah dengan pola pikir masyarakat yang lateral memaksa mereka harus berkerja dari mereka masih anak anak. Dengan pembagunan yang sinergi antara kedua faktor akses tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat akit khususnya dan masyarkat Kabupaten Bengkalis secara umum.
In this globalization era, education is not an additional necessity for a family but it is a must for the future. Educational accessibility which is not discriminative and has good quality must get full attention from the government to increase the quality of human resources. This research used qualitative research method, but it is possible to use quantitative method. In the explanation method the research used descriptive approach to describe certain phenomenon in concrete and detail way. Explorative research is also known as a research to discover new things and new opinions about certain phenomenon. Data collecting was held in depth interview and by secondary data. The research took place in Rupat Sub-District, Bengkalis Regency, Riau Province. Educational accessibility depends too much on supply (supplier of Educational Service) and demand (ability and behavior of the society towards education). In this research the supplier of educational service prepares sufficient donation i.e. development donation, routine donation, and School Operational Support donation. The program for Akit society is still limited because there is no special program for them. The improvement of educational resources must be a priority to increase the educational quality i.e. teachers, school organizers, educational facilities and supporting facilities such as roads, electricity, and information accesses. Responsive ability still needs to be constructed specially for the Akit society through communications and information and behavior of the officers who less care about the Akit society’s education. The Akit society’s educational ability is still in low level, their income which is just sufficient to fulfill the daily food necessity, and also their lateral way of thinking, force them to work since they were children. By synergy development between those two access factors hopefully will be able to increase the educational accessibility especially for the Akit society and generally for the Bengkalis Regency society.
Kata Kunci : Pendidikan,Masyarakat terasing,Perilaku,Suku Akit,Educational Accessibility for isolated society (Akit tribe society)