Pengembangan kapasitas sektor perikanan laut :: Studi kasus di dinas kelautan dan perikanan Provinsi Bengkulu
SYAHRUL, Basroni, Dr. Warsito Utomo
2008 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikPenelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pengembangan kapasitas sektor perikanan laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu dan kendala-kendala apa saja yang mempengaruhinya. Sesuai dengan fokusnya, penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, untuk menggambarkan keadaan subjek/objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa : Pengembangan kapasitas sektor Perikanan laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu belum optimal hal tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek. Pertama Proses pendidikanan aparatur. Lemahnya sistem pendidikan aparatur Dinas Kelautan dan Perikanan sehingga kurangnya kualitas pengetahuan dan keterampilan sehingga kemampuan dalam hal pembangunan perikanan tidak optimal. Kedua Pengembangan model kerja sama, Dinas kelautan dan perikanan tidak menjalin kerja sama antar provinsi maupun dengan pihak swasta. Kurang koordinasi dengan TNI AL dan PODLA Bengkulu dalam hal Pengawasan. Kebijakan, program pembiayaan KUD, mengundang investor dan melakukan ekspor hasil luat serta kegiatan sosialisasi dan penggunaan teknologi hanya sebatas program saja, sampai saat ini belum ada realisasinya. Pengembangan kapasitas sektor perikanan laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu dipengaruhi oleh pertama struktur organisasi yakni struktur organisasi yang ada belum menampung seluruh tugas pokok dan fungsi, hal ini menyebabkan tumpang tindih pelaksanaan kegiatan, sehingga berpengaruh pada tingkat pendelegasian wewenang kepada staf, penempatan pegawai belum sesuai menurut spesialisasinya dapat diketahui belum disisinya jabatan fungsional, dan lemahnya tingkat koordinasi antar subdinas. Kedua sumber daya manusia, yakni rendahnya kualitas sumber daya manusia dapat diketahui tingkat pendidikan tidak sesuai dengan tugas yang dilaksanakan, serta terbatasnya sarjana perikanan dan tenaga teknis lainya. Ketiga anggaran yakni anggaran yang tersedia untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi belum memadai dan kecilnya biaya operasional, terbatasnya sarana dan prasana. Ketiga variable organisasi tersebut mempengaruhi pengembangan kapasitas sektor perikanan laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bengkulu. Dengan demikian saran-saran yang direkomendasikan adalah : Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu secepatnya menata struktur organisasi Dinas Kelautan dan Perikanan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi. Pembagian tugas pokok dan fungsi yang lebih tegas/jelas di cantumkan dalam bagan struktur organisasi. Perlu merekrut pegawai yang berpendidikan sarjana perikanan, teknik perkapalan, teknik elektro, ditempatkan sebagai tenaga fungsional. Pemerintah Provinsi Bengkulu perlu menambah sarana dan prasarana serta alokasi anggaran untuk pembiayaan pembangunan sektor perikanan laut.
This research is addressed to know how development of sea fisher sector capacities On duty Oceaninc and Fishery of Bengkulu Province and constraints any kind of influencing him. As according to his focus, this research use method of deskriftif qualitative, to depict situation of subjek / research object pursuant to visible facts or as it is. Data collecting conducted with observation technique, documentation technique and interview. Result of research show that : development of Capacities of fishery sector go out to sea at On duty Oceaninc and Fishery of Provinsi Bengkulu not yet optimal of visible the mentioned from various aspect. First Process of eduction staff. The Weak system of education staff On duty Oceaninc and fishery so that the lack of the quality of knowledge and skill so that ability in the case of fishery development is not optimal. Second Development model Of the coorperation job On duty oceaninc and fishery do not braid the is same cooperation job between provinsi and also with the side private sector. Less co-ordinate by TNI AL And PODLA Bengkulu in the case of Observation. Policy, program of defrayal KUD, inviting investor and do the exporting [of] result of luat and also activity of technological usage and socialization only limited to just just program, till now there is no its realization Development of sea fisher sector capacities On duty Oceaninc and Fishery of Bengkulu Province influenced by first organization structure namely existing organization structure not yet accomodated entire/all fundamental duty and function, this matter cause overlap execution of activity, so that to have influence with authority delegation level to staff, location of officer not yet meet the eye the specialization of can know by side not yet the of functional occupation, and weak of level him coordinate between subdinas. Second human resource, namely the doily of human resource quality can know by education level disagree with executed duty, and also the limited the fishery master and technology people of him. Third budget namely budget which available to executing fundamental duty and function not yet adequate and the so small expense of operational, the limited of facilities and basic facilities. Third the organizational variable influence development of sea fisher sector capacities On duty Oceaninc and Fishery of Bengkulu Province. Thereby suggestions the recommended is : Government of Bengkulu Province need as soon as him arrange organization structure On duty Oceaninc and Fishery adapted for requirement of organization. Division of fundamental duty and more coherent function / ad for in mentioning in structure schema of organization. Require to recruit officer which is education of fishery master, shipping technique, technique of elektro, placed as functional energy. Government of Bengkulu Province require to add facilities and basic facilities and also budget allocation for the defrayal of development of sea fisher sector.
Kata Kunci : Perikanan laut,Pendidikan aparatur kelautan,Model kinerja