Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan pemeliharaan aset bangunan kasus Setda Kabupaten Sumba Barat

TEWU, Yance Umbu, Dr. Soeratno, M.Ec

2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pelaksanaan kegiatan pemeliharaan aset bangunan gedung kantor pemerintah di lingkungan Setda Kabupaten Sumba Barat. Adapun alat analisis yang digunakan adalah Importance- Performance Analysis (IPA) untuk mengukur tingkat arti penting atas beberapa faktor yang memberi pengaruh pada pelaksanaan pemeliharaan gedung kantor dan Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah suatu metode yang dapat memecahkan permasalahan yang kompleks, di mana aspek atau kriteria yang diambil cukup banyak yang disebabkan oleh struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastian persepsi oleh pengambil keputusan, dan ketidakpastian tersedianya data statistik yang akurat atau bahkan tidak ada sama sekali. Oleh sebab itu metode ini dibentuk secara hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Dalam penelitian ini AHP digunakan untuk menentukan alternatif pelaksana pemelihara bangunan kantor, karena pemeliharaan bangunan kantor merupakan bagian dari pengelolaan aset daerah, sehingga fungsi pemeliharaan selain menjaga kondisi bangunan agar tetap awet dan kokoh, juga dapat berperan dalam menambah nilai, baik nilai fungsional maupun nilai ekonomis. Dari hasil penelitian berdasarkan alat analisis Importance-Performance Analysis (IPA) menunjukkan bahwa sebagian besar faktor-faktor kunci pemeliharaan bangunan gedung kantor di lingkungan Setda Kabupaten Sumba Barat sedah memiliki tingkat arti penting yang tinggi, dan masih ada sebagian kecil yang harus di tingkatkan karena menurut pandangan responden dalam pelaksanaannya masih sangat rendah. Untuk Analytical Hierarchy Process (AHP) sesuai hasil yang diperoleh memberi kesimpulan bahwa alternatif pelaksana kegiatan pemelihara aset bangunan gedung kantor adalah kontraktor/rekanan dengan perolehan nilai bobot prioritas tertinggi sebesar 0,614.

This research’s intended to evaluate the maintenance activity of the office building of government of Kabupaten Sumba Barat. Importance-Performance Analysis (IPA) is applied to find out the importance and performance level of several factors affecting the office buildings maintenance. Analytical Hierarchy Process (AHP) is a method to solve complex problems of undetermined criteria, uncertain perception of the decision makers and limited or no statistical data of considerations. Hence, the methods is employed on the functional hierarchy form using officer’s perception as the main input. This research equips AHP in advance to choose among alternatives of the office buildings maintenance caretaker. Office buildings maintenance were parts of local government’s asset management, hence, the aim of the maintenances are to keep the building on its functional form and to gain some economic or functional added values (of the buildings). The Importance-Performance Analysis (IPA) show the buildings maintenance key factors have a higher importance, while some of it needs to be upgraded for its low performance on the respondent’s point of view. The Analytical Hierarchy Process (AHP) shows that the third parties are the best option of doing the office building maintenance it highest weighted priority scores of 0.614.

Kata Kunci : Pemeliharaan bangunan,Importance performance analysis,Analytical hierarchy process,building maintenance, Importance-Performance Analysis, Analytical Hierarchy Process.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.