Analisis pengelolaan aset tanah dan bangunan Pemerintah Kota Pontianak
BARI, Mohammad, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPrinsip otonomi daerah yang menuntut pemerintah daerah menciptakan good governance menjadikan salah satu alasan bagi pemerintahan daerah untuk mengelola keuangannya secara lebih baik. Aset daerah dalam hal ini tanah dan bangunan sebagai salah satu sumber pendapatan bagi daerah harus dapat dikelola dengan baik dan benar sehingga manfaat yang didapat menjadi lebih optimal. Dalam melakukan pengelolaan aset tanah dan bangunan terdapat faktor-faktor kunci keberhasilan yang dapat meningkatkan kinerja pengelolaan aset tersebut. Dari fenomena di atas penelitian ini memfokuskan pada faktor-faktor kunci keberhasilan pengelolaan aset tanah dan bangunan dengan mengkaji tingkat kepentingan dan kinerja berdasarkan perbedaan pada jumlah karyawan, luas tanah, luas bangunan, peran manajemen puncak, peran manajemen tengah dan peran manajemen level bawah, serta mengetahui metode penilaian aset daerah yang dilakukan Pemerintah Kota Pontianak sebelum disajikan ke dalam Neraca daerah. Lokasi penelitian pada Kota Pontianak dengan populasi seluruh aparatur yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive stratified sampling sebanyak 75 sampel dari 25 unit kerja dan terbagi dalam 3 (tiga) kelompok yaitu level manajemen puncak, level manajemen tengah dan level manajemen bawah. Untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini digunakan dua metode analisis yaitu Importance-Performance Analysis (IPA) dan analisis varian (anova). IPA digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kinerja dari faktor-faktor kunci keberhasilan pengelolaan aset tanah dan bangunan, sedangkan anova digunakan untuk untuk mengetahui perbedaan kinerja antara tiga kelompok atau lebih. Dari penelitian ini dapat disimpulkan variabel dari faktor-faktor penting keberhasilan pengelolaan aset tanah dan bangunan yaitu variabel 12 tentang pengukuran kinerja pengelolaan aset tanah dan bangunan secara teratur dan jelas dan variabel 14 tentang transparansi biaya yang berkaitan dengan pengelolaan aset tanah dan bangunan masih menunjukkan kinerja yang belum baik sedangkan variabel 10 sikap positif dan komitmen kepala satuan kerja terhadap pengelolaan aset tanah dan bangunan dan variabel 13 pengawasan terhadap aset tanah dan bangunan terdefinisikan dengan baik dan dilakukan secara teratur menunjukkan kinerja yang cukup baik dan dapat dipertahankan dan terus dijaga pelaksanaannya. Dari uji anova yang telah dilakukan menunjukkan kinerja pengelolaan aset tanah dan bangunan dipengaruhi secara signifikan oleh luas tanah, luas bangunan, peran pengelola level atas, dan peran pengelola level menengah.Metode penilaian yang digunakan Pemerintah Kota Pontianak untuk menilai aset daerah sebelum disajikan ke dalam Neraca daerah tahun 2006 adalah menggunakan metode penilaian berdasarkan nilai pasar.
The autonomy policy of Local government to create good governance is behind the conduction of its better financial management. Local government fixed asset (land and buildings) need to be well managed to optimize its usage. Due to conducting an advance management process on the assets, there are several key factors to consider on optimizing asset management performance. This research focus on these key factors by studying its importance and performance level based on the different number of officers, lot size, building footage, the top, middle and low management role. The asset valuation methods on the local government balance sheet are also being studied. The research located in the city of Pontianak. The population is the whole local government officers. The purposive stratified sampling is used as the sampling method to get 75 samples from 25 different task units and split in to 3 different groups as top, middle and low management level. Importance-Performance Analysis (IPA) is applied to find out the importance and performance level of the key factors of the fixed asset management. The analysis of variant (anova) is used to find out the difference among 3 or more task units. This research finds out that the 12th variables on the performance auditing and 14th variables on the cost transparency have a bad performance. The 10th variable (good and positive commitment of the task unit’s chief) and the 13th variable (asset monitoring) are well defined and have a good performance. The anova test shows that asset management performance is significantly affected by lot size, building footage, the top and middle management role. The market data comparison approach is applied as the asset valuation method in order to build the local government balance sheet of the year 2006.
Kata Kunci : Aset tanah,Bangunan,Pendapatan daerah,Kinerja pengelolaan,Nilai pasar