Strategi pengembangan pariwisata Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat
YENI, Wima Marta, Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk merumuskan suatu strategi umum dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Alat analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi posisi pengembangan pariwisata di Kabupaten Tanah Datar adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didasarkan pada indepth interview dan focus group discussion dengan key informan terpilih yaitu Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Tanah Datar, Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Tanah Datar, wisatawan dan biro perjalan wisata, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka dengan kajian yang mendalam terhadap dokumen-dokumen kepariwisataan yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Flavel dan Williams (1996) mengindikasikan bahwa posisi kepariwisataan di Kabupaten Tanah Datar saat ini berada pada skor 0-40, artinya Kabupaten Tanah Datar memiliki beberapa keunggulan kompetitif, namun masih dibutuhkan suatu upaya untuk mengembangkan strategi. Strategi umum (grand strategy) yang direkomendasikan untuk pengembangan pariwisata di Kabupaten Tanah Datar adalah strategi diferensiasi (differentiation strategy). Strategi diferensiasi bertujuan untuk menciptakan sebuah keunggulan yang bersifat unik di mana Kabupaten Tanah Datar dikenal sebagai pusat budaya Minangkabau yang tidak dimiliki oleh daaerah lain di Provinsi Sumatera Barat.
This paper provides a grand strategy formulation of The Tanah Datar Regency, West Sumatera Province tourism industry. The SWOT method was used to analyse of tourism position. Data are collected at all level in the region to support SWOT analysis. Primary data used to gather in this study is through doing a focus group discussion and interrelated, iterative, and reinforcing process of consultation with head officer of Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya (Diparsenibud) of Tanah Datar Regency, head officer of Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) of Tanah Datar Regency, travel agency, and tourists. Secondary data are collected from literature review of Tanah Datar tourism. Flavel and Williams (1996) indicate that a final score of 0-40, suggest that while the region may have some advantages, but further work required before committing resources. Based on the strategic analysis, a differentiation strategy is proposed as a grand strategy for the Tanah Datar Regency tourism industry. A differentiation strategy calls for the development of a product or service that offers unique attributes that are valued by customers and that customers perceive to be better than or different from the products of the competition. The Tanah Datar regency popular as a Minangkabau culture center which offers unique nature, culture and heritage from other region in West Sumatera Province.
Kata Kunci : Pariwisata,SWOT,Grand strategy,Differentiation strategy,strategy, tourism, SWOT, tanah datar regency