Pemodelan pergerakan kontaminan dalam air tanah di TPA Jatibarang Kota Semarang
PUTRANTO, Thomas Triadi, Dr. Ir. Heru Hendrayana
2008 | Tesis | S2 Teknik GeologiSalah satu problem utama lingkungan hidup yang ada di Kota Semarang adalah dalam hal pengelolaan sampah. Pemusnahan sampah Kota Semarang saat ini berada di TPA Jatibarang, yang berlokasi di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang dan beroperasi mulai bulan Maret 1992. TPA Jatibaran g memiliki daya tampung sebesar 4,15 juta m3, dengan kedalaman rata-rata 40 m. Salah satu masalah yang berkaitan dengan pengelolaan sampah adalah pencemaran terhadap kualitas airtanah di sekitarnya. Melalui penelitian in i ada beberapa tujuan yang akan dicapai yakni mengetahui kondisi geologi dan hidrogeologi TPA Jatibarang, pola aliran airtanah lokal dan pola pergerakan pergerakan kontaminan dalam airtanah di TPA Jatibarang saat ini serta prediksi 10 tahun yang akan datang. Untuk mengetahui kondisi natural system yang digunakan sebagai dasar pembuatan konseptual model aliran airtanah dan pergerakan kontaminan dilakukan survey geologi dan hidrogeologi. Survey geologi meliputi pengamatan kondisi morfologi, litologi, struktur geologi dan survey geolistrik. Survey hidrogeologi meliputi pengukuran muka airtanah, analisis sampel airtanah dan pengukuran permeabilitas di lapangan. Dari hasil simulasi pemodelan aliran airtanah diketahui bahwa airtanah bergerak da ri arah barat laut ke tenggara dan pergerakan kontaminan mengikuti arah aliran airtanah dengan maksimal konsentrasi klorida sebesar 1.800 mg/l, sedangkan maksimal konsentrasi nitrat sebesar 70 mg/l pada tahun 2007. Untuk prediksi pada tahun 2018, konsentrasi kandungan klorida maksimal 2.500 mg/l, sedangkan nitrat sebesar 70,5 mg/l. Konsentrasi kontaminan yang masuk ke Sungai Kreo ke arah hilir semakin kecil, sehingga kualitas air sungai masih di bawah baku mutu air permukaan. Simulasi remediasi yang dilakukan untuk menghambat pergerakan konsentrasi kontaminan secara horisontal dan mengurangi kandungan kontaminan dalam airtanah dilakukan dengan membuat dinding setebal 5 m dan permeabilitas 0 m/detik serta pembuatan satu sumur produksi dengan debit 200 m 3/hari.
One of the environmental main problems that exist in Semarang City is in the case of waste management. Waste destruction in Semarang City at this time exists in Jat ibarang Landfill that the location is in Kedungpane subdistrict, Mijen District, Semarang City and it operated since March 1992. Total capacity of Jatibarang Landfill is about 4 .15 million m3; with the average of deepness is about 40 m. One of related to p roblem of waste management is groundwater contamination in its surrounding. The purposes of this research are: understanding of geological and hydrogeological condition in Jatibarang Landfill, groundwater flow pattern direction and groundwater contaminant transport model at this time and prediction for next 10 years. To understand the natural system condition of Jatibarang landfill as a basic for developing the groundwater flow and mass transport models, geological and hydrogeological survey are conducted. Geological survey includes survey condition of morphology, lithology, structural geology and geo-resistivity survey. Hydrogeological survey includes groundwater level measurement, chemical analysis of groundwater samples and insitu permeability test . Based on the result of groundwater flow direction, groundwater moves from northwest to south-east direction and the contaminant follows groundwater flow direction with maximal chloride concentration as high as 1.800 mg/l, whereas maximal nitrate concentration 70 mg/l in 2007. As a prediction in 2018, chloride contents in aquifer as high as 2.500 mg/l whereas nitrate as high as 70.5 mg/l. Remediation Simulation to impede horizontal groundwater flow and reduce the total content of chloride in aquifer is conducted by built slurry wall 5 m with permeability 0 m/second and one production well which has 200 m3/day of total discharge. Key words: leachate,
Kata Kunci : Pergerakan kontaminan,Air tanah,Air lindi,Remediasi,groundwater contaminant transport model , remediation