Bobot pengaruh menyaksikan langsung kekerasan dalam rumah tangga terhadap gangguan stres paska trauma pada remaja setingkat SMP di Sanggar Kegiatan Belajar Surakarta :: Hasil penelitian
PADMONINGSIH, Tini Sri, Prof. Dr. dr. H. Soewadi, MPH, Sp.KJ(K)
2008 | Tesis | S2 PPDS I - Ilmu Kedokteran JiwaLatar belakang : Anak yang menyaksikan langsung kekerasan dalam rumahtangga sering terlupakan sebagai korban dan merupakan anak terlantar. Salah satu gangguan jiwa yang banyak terjadi setelah trauma adalah gangguan stress paska trauma namun sering tidak terdiagnosis. Menyaksikan langsung kekerasan dalam rumahtangga merupakan pengalaman traumatic bagi remaja sebagai penyebab gangguan stres paska trauma. Tujuan penelitian : untuk emngidentifikasi bobot pengaruh menyaksikan langsung kekerasan dalam rumahtangga terhadap gangguan stres paska trauma pada remaja di Sanggar Kegiatan Belajar paket B di Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode potong lintang pada remaja yang memenuhi criteria inklusi. Kuesioner yang digunakan CTSR yang sudah dimodifikasi, IKRO dan pdoman wawancara semistruktur dari DSM IV untuk gangguan stres paska trauma. Analisa data untuk bobot pengaruh menyaksikan langsung kekerasan dalam rumahtangga terhadap gangguan stres paska trauma dengan multipel regresi dan hubungan menyaksikan langsung kekerasan dalam rumahtangga terhadap gangguan stres paska trauma dengan uji chi square.Pengolahan data menggunakan fasilitas computer program SPSS versi 11,5. Hasil: bobot pengaruh yang sangat bermakna terhadap kejadian gangguan stres paska trauma secara bersama-sama adalah menyaksikan kekerasan dalam rumahtangga (B=0,289; t=2,117; p=0,040) dan IQ (B=-0,204; t=-0,2866 ; p=0,006). Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara menyaksikan kekerasan dalam rumahtangga terhadap gangguan stres paska trauma (X2=4,434 ; p<0,05) Kesimpulan : Menyaksikan kekerasan dalam rumahtangga bersama-sama dengan intelegensi mempunyai bobot yang sangat bermakna terhadap gangguan stress paska trauma. Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara menyaksikan langsung kekerasan dalam rumahtangga terhadap gangguan stres paska trauma.
Background: directing witnessing domestic violence on children was forgotted as victim and they were neglected. PTSD is most frequent diagnosis post trauma, but misdiagnosed. Directing witnessing domestic violence by adolescent as experienced traumatic and that is causing PTSD. Objectives: to identity the extent of the effects of direct witnessing domestic violence compared to other distributing factors on PTSD at SKB Surakarta. Metode: this is an analytical and descriptive cross-sectional study. The study will be conducted is student SKB Surakarta from April 2007. The samples will be collected by total sampling. Data collected by semistructure interview DSM IV for PTSD and questionnaires of modification CTSR. Data will be analyzed by multiple regression and chi square. Result: influential degree of witnessing domestic violence (B=0,289; t=2,117; p=0,040) and intellegency (B=-0,204; t=-0,2866 ; p=0,006) for PTSD are significan. Correlation of witnessing domestic violence for PTSD is significan (X2=4,434 ; p<0,05) Conclusions: Correlation and influential degree witnessing domestic violence significan for PTSD.
Kata Kunci : Stres,Pasca trauma,Kekerasan dalam rumah tangga,Remaja,Gangguan jiwa,witnessing domestic violence-PTSD