Pengaruh pembersihan meatus urethra terhadap angka kontaminasi urin midstream pada anak laki-laki
MUSIM, Prof. dr. dr. M. P. Damanik, Sp.A(K)
2008 | Tesis | S2 PPDS I - Ilmu Kesehatan AnakLatar Belakang. Clean-catch midstream urine (MSU) merupakan standar pengumpulan sampel urin pada orang dewasa maupun anak walaupun belum jelas manfaatnya dalam menurunkan angka kontaminasi sampel urin. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan angka kontaminasi antara metode clean-catch (pembersihan meatus dengan sabun antiseptik) dengan metode non clean-catch MSU pada anak laki-laki. Desain. Desain berupa penelitian eksperimental menggunakan kelompok parallel dan block randomization. Subyek penelitian adalah semua anak laki-laki berumur 3-18 tahun, toilet-trained, yang datang ke poliklinik Anak RS Dr. Sardjito atau yang ada di Sekolah Dasar Budi Mulya II, tanpa gejala / tanda ISK dan orang tua telah menandatangani proxy consent. Subyek dengan riwayat penyakit ginjal, pengobatan antibiotik dalam 1 minggu terakhir, kelainan pada meatus urethra dan tidak kooperatif dieksklusi dari penelitian. Pengumpulan urin dilakukan oleh 1 orang perawat yang sudah dilatih dan pemeriksaan dilakukan dalam waktu 1 jam oleh petugas laboratorium yang tidak mengetahui metode pengumpulan urin yang dipakai (blinded). Kriteria bakteriuria bermakna adalah pertumbuhan kuman patogen (grup I-III) tunggal ≥105 CFU/ml. Pertumbuhan kuman yang tidak memenuhi kriteria bakteriuria bermakna atau bila didapatkan pertumbuhan kuman multipel berapapun jumlahnya dianggap sebagai kontaminasi. Hasil. Sebanyak 80 anak diikutkan dalam penelitian. Angka kontaminasi sebesar 12,5% (5 dari 40) pada kelompok clean-catch MSU dibandingkan 10% (4 dari 40) pada kelompok non clean-catch MSU (p=1,0; Fisher’s exact test). Adjusted risk ratio terjadinya kontaminasi pada kelompok clean-catch MSU sebesar 1,37 (95% CI: 0,42-4,51), dengan pengendalian terhadap umur dan status sirkumsisi. Kesimpulan. Metode clean-catch tidak mengurangi angka kontaminasi urin midstream pada anak laki-laki.
Background. Clean-catch midstream urine (MSU) remains the standard for urine collection among adult and children, even though its benefit in reducing bacterial contamination rate is unclear. Objective. This study compared bacterial contamination rate between clean-catch (cleaning meatal with medicated soap) and non clean-catch MSU among boys. Methods. This was an experimental study, with parallel groups and block randomization. Toilet-trained boys aged 3 to 18 years, without symptoms or signs of urinary tract infection and with parent’s consent, were recruited from the Paediatric Outpatient Clinic at Dr. Sardjito General Hospital and from local elementary school. Subject with history of renal disease, under antibiotic treatment in the preceding week, meatal abnormality and uncooperative were excluded. Urine was collected by trained nurse, and analyzed within 1 hour by personnel blinded to the group assignment. Significant bacteriuria was defined as growth of a single pathogenic organism (degree of pathogenicity group I-III) with colony count ≥105 colony forming unit/ml. Contamination was defined as any growth not fulfilling criteria for significant bacteriuria or growth of multiple organisms. Results. A total of 80 boys were enrolled. The contamination rate in the cleancatch group was 12.5% (5 out of 40) compared with 10% (4 out of 40) in the non clean-catch group (p=1.0). The adjusted risk ratio for contamination in the cleancatch MSU group, adjusted to age and circumcision status, was 1.37 (95% CI: 0.42-4.51). Conclusions. Clean-catch method does not reduce bacterial contamination rate of midstream urine cultures in boys.
Kata Kunci : Clean catch,Non clean catch,Urin midstream,Angka kontaminasi,contamination rate