Perbandingan Kuat Tekan Beton dengan Hasil Daur Ulang Limbah Pasangan Bata dan dengan Pasir Alami Serpong
HADISAPUTRA, Muslimin, Dr. Ir. Iman Satyarno, ME
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikSetiap kegiatan pembangunan pada hakekatnya merupakan campur tangan manusia terlmdap lingkungan sehingga potensial menimbulkan dampak lingkungan baik yang bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu setiap pemrakarsa rencana usaha/kegiatan selayaknya mampu mengenali secara dini dampak dari rencana usaha/kegiatan yang akan dilaksanakan sehingga dampak yang ditimbulkan dapat dikelola sedemikian hingga tanpa melanggar hak-hak orang lain untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. penelitian ini adalah membuat bubuk pasir dari hasil limbah padat Kontruksi bongkaran tembok bangunan pasangan bata, yang di daur ulang dijadikan pasir sebagai bahan bangunan untuk membuat campuran beton dan nanti kita bandingkan kekuatan tekan betonnya dengan beton yang terbuat dari bahan campuran pasir lokal alami Serpong Tangerang. Dengan penelitian ini kita akan dapat memanfaatkan limbah padat kontruksi bangunan untuk didaur ulang menjadi pasir yang dapat digunakan untuk bahan konstuksi bangunan sebagai alternative pengganti pasir alami Serpong di Tangerang, dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan pada penambangan pasir liar di Daerah Serpong Tangerang, dapat mengolah limbah menjadi aset ekonomis di Daerah Kota / Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tekan beton yang terbuat dari bubuk/pasir hasil daur ulang limbah kontruksi tembok bangunan pasangan bata lebih tinggi dari kekuatan tekan beton yang terbuat dari pasir lokal alami Serpong. Dengan demikian bubuk pasir dari limbah padat kontruksi tembok pasangan bata dapat digunakan untuk bahan bangunan sebagai altematif pengganti pasir alami Serpong. Kata Kunci: Daur ulang, pasir, kuat tekan beton, kerusakan lingkungan.
All development activities in nature are the involvement of mankind into environment that could potentially have an impact to the environment, in a positive or negative ways. For that reason, every initiator of business plan should be able to recognize early enough the impact of the business plan that will be executed, so that the negative impact can be managed to avoid violation of human right for safe and clean environment. This experiment / research aims to acquire sand by using the ruins of bricks from ruined walls. Those bricks are recycled into sand as one of the components to produce concrete. Upon acquiring the concrete made with such sand, then the research compares the strength of concrete mixed with such sand and that of concrete mixed with the natural local sand in Serpong, Tangerang region. Thus, this research aims to make the best use of solid waste; i.e. bricks from construction sites as alternative component to be mixed in producing concrete. This alternative component can lessen the environmental damages around the sand mining in Serpong, Tangerang. On the other hand, waste management can also become economic asset in Tangerang city/regency. The result of the experiment/research indicated that the pressure strength of the concretes made from the solid construction waste sand stones is higher than the one made from the Serpong natural sand stones. This result clearly shows that sand stones acquired from wasted bricks can be used as alternative materials in producing concrete. Keyword: Recycle, Sandstone, concrete pressure strength, environmental damage.
Kata Kunci : Daur ulang,Bubuk pasir,Kuat tekan beton,Kerusakan lingkungan