Aplikasi teknologi pembuatan kompos melalui pendekatan berbasis partisipasi masyarakat di Desa Trepan Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan
SURYANTO, Edy, Ir. Bakti Setiawan, MA., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikPermasalahan yang dihadapi dan dirasa sangat memberatkan para petani saat ini diantaranya adalah masalah harga pupuk yang semakin mahal dan seringnya terjadi kelangkaan pupuk di pasaran pada saat petani sedang membutuhkan. Disisi lain, banyak bahan dasar pupuk kompos yang belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa Trepan dalam memanfaatkan limbah jerami, enceng gondok dan kotoran sapi serta bahan lokal lainnya sebagai pupuk alternatif (kompos) untuk membantu mengatasi permasalah diatas melalui pendekatan berbasis partisipasi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendiskripsikan data hasil temuan dan tindakan langsung di lapangan. Tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut : (1) tahap pra lapangan (orientasi), (2) tahap pekerjaan lapangan, (3) tahap analisis data; dan (4) tahap penulisan laporan. Hasil penelitian menunjukkan 4 hal utama: pertama dalam proses sosialisasi dan perencanaan tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi, usulan berasal dari masyarakat dengan dipandu oleh peneliti (fasilitator), pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah, dan kewenangan sepenuhnya ditangan masyarakat. Kedua, pada proses pelaksanaan, tingkat partisipasi masyarakat cenderung menurun, bentuk partisipasi masyarakat berupa tenaga kerja, material (bahan), uang dan makanan. Ketiga, dari hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa kompos jerami memiliki kualitas lebih baik dibanding dengan kompos enceng gondok dan untuk unsur hara (N, P, dan K) memenuhi standar SNI 19- 7030-2004. Keempat, secara umum, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah kemanfaatan program yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, keberadaan peneliti sebagai fasilitator dalam transfer teknologi ke masyarakat, lokasi atau tempat dibuatnya kompos. Sedangkan faktor yang menghambat partisipasi masyarakat adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pupuk kimia yang sudah mendarah daging, tidak ada dana untuk masyarakat, dan kurangnya pengetahuan mengenai teknologi pembuatan kompos. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa perlu adanya peningkatan peran dan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan dan pembinaan secara intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman atau salah pengertian
One of the problems faced by farmers nowadays is continuing increase of fertilizer price and also scarcity of fertilizer at the market at the time that farmer are really need it. Meanwhile, there are still lot of unexploited fertilizer materials in rural area. The objectives of this research is to empowered farmers in utilizing hay waste, eichornia crassipers (mart) solms and cow waste and other local materials as other fertilize alternatives (compost). Research methods used are a mixed between qualitative and quantitative method. Qualitative method used to describe data and information collected from the field. The research way conducted through several steps: (1) orientation, (2) field operation phase, (3) data analysis phase; and (4) establishing report. The research found four important findings. First, in socializing process, public participation is high enough, the opinion is coming from the public guide by researcher as a facilitator, the decision making were done trough deliberation. Second, in implementation process, public participation tent to decline, public participation model is workforce, material, money, and logistic. Third, from the laboratory analysis, the result found that hay compost has better quality then eichornia crassipers (solms) compost, and for nutrient element (N, P, and K) is are meet the standard SNI 19-7030-2004. Fourth, generally, influenced factors of public participation is useful program directly could fell by public, the researcher existence is as a facilitator in transferring technology to the public, or to the location where fertilize processed. While the factors pursue public participation are the public trusts to the chemical fertilizer, lack of public capital, lack of compos processing technology knowledge. The research recommends increasing of public awareness trough intensive trainings and socialization. This is important in order to avoid public misperception.
Kata Kunci : Kompos, Aplikasi TI, Partisipasi masyarakat, application, compost, public participation.