Laporkan Masalah

Analisis penguatan kelembagaan perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam pengelolaan jaringan irigasi :: Studi kasus P3A Roa Uwe, daerah irigasi Gambasa, Kabupaten Donggala

SUITELA, Peggy Theresia, Dr. Ir. Fatchan Nurrochmad, M.Agr

2008 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Sumberdaya Air

Reformasi irigasi di Indonesia ditandai dengan penyerahan pengelolaan irigasi kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Dengan penyerahan ini maka diperlukan kerangka baru kelembagaan pengelolaan irigasi yang berbasis masyarakat petani dari format kelembagaan yang sebelumnya sentralistik dan berbasis pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penguatan kelembagaan yang bebasis masyarakat petani oleh P3A Roa Uwe di Daerah irigasi Gumbasa Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi Tengah. Analisis dilakukan dengan analisis SWOT yaitu melakukan analisis terhadap lingkungan eksternal organisasi untuk mengetahui peluang yang dapat dimanfaatkan dan ancaman yang harus diatasi oleh organisasi serta melakukan penilaian internal organisasi atas kekuatan dan kelemahan organisasi. Empat strategi penguatan kelembagaan yang dapat dihasilkan dengan analisis SWOT yaitu strategi memakai kekuatan untuk memanfaatkan peluang, strategi menanggulangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang, strategi memakai kekuatan untuk mengatasi ancaman dan strategi memperkeci kelemahan dan mengatasi ancaman, menghasilkan empat belas strategi penguatan. Dengan menggunakan analisis multi-criteria diperoleh lima strategi penguatan kelembagaan P3A Roa Uwe yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan. yaitu: 1) peningkatan SDM petani P3A dengan metode yang sesuai dengan tingkat pendidikan petani, 2) mengintensifkan komunikasi dengan Tenaga Pendamping Petani (TPP) dan Kelompok Pemandu Lapangan (KPL), 3) meningkatkan koordinasi kegiatan operasi dan pemeliharaan, 4) menggali dan menumbuhkan kembali nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat, 5) membangun paradigma petani tentang pembangunan irigasi berbasis masyarakat.

The irrigation reform in Indonesia was marked by the handing over of irrigation management to the Water Users Association (WUA). This implied that a new institution of farmer-community-based irrigation management was needed, an institution different with the old one which was centralized and governmentbased. This research was aimed at analyzing the strengthening of farmercommunity- based institution which was done by WUA Roa Uwe in the Irrigation Area of Gumbasa, in Donggala District, the Province of Sulawesi Tengah. The analysis was done by using SWOT, by analyzing the external environment of the organization to identify the available opportunities and the threats to overcome by the organization, as well as by analyzing the internal environment of the organization to identify its strengths and weaknesses. The four strategies of institutional strengthening which were identified using SWOT analysis, that is, utilizing the strengths to take the opportunities, overcoming the weaknesses by taking the advantage of the opportunities, utilizing the strengths to overcome the threats, and reducing weaknesses and overcoming threats, resulted in fourteen strengthening strategies. By using multi-criteria analysis, five strategies of institutional strengthening of WUA Roa Uwe in managing the tertiary irrigation system were selected as the main priorities, that is, 1) improving farmer human resources in WUA by using methods which were suitable with their education levels, 2) intensifying communication with Farmer Accompanying Agents and Field Trainers, 3) enhancing coordination of operation and maintainance activities, 4) exploring and developing social and cultural values of the communities, 5) developing farmers’ paradigm of community-based irrigation system.

Kata Kunci : Kelembagaan,Perkumpulan petani pemakai air,Strategi penguatan, Institutional, Water Users Association WUA, Strengthening Strategies.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.