Laporkan Masalah

Kajian penanganan sedimentasi dengan waduk penampung sedimen pada bendungan serbaguna Wonogiri

SARDI, Dr. Ir. Bambang Agus Kironoto

2008 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Bencana Alam

Laju sedimentasi yang sangat besar pada Waduk Serbaguna Wonogiri dapat menyebabkan masa pelayanan waduk lebih pendek dari yang direncanakan. Debit Waduk Serbaguna Wonogiri merupakan jumlah aliran dari beberapa sungai utama termasuk salah satunya Sungai Keduang yang berasal dari wilayah sisi timur waduk. Sungai Keduang memberikan masukan sedimentasi yang sangat besar ke tampungan waduk. Salah satu upaya yang dikaji untuk dilakukan dalam pengendalian sedimen tersebut adalah membuat waduk penampung sedimen pada muara Sungai Keduang sebelum masuk ke waduk. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sedimentasi waduk sebelum dan sesudah ada penanganan dengan waduk penampung sedimen. Penelitian dilakukan dengan melakukan simulasi aliran dan transpor sedimen dengan menggunakan Program NCCHE-GUI untuk menghitung deposisi yang terjadi pada waduk. Simulasi dilakukan pada kondisi eksisting dan kondisi setelah dibangun waduk penampung sedimen. Simulasi dilakukan dengan asumsi debit merata selama satu bulan dan untuk tiap bulannya simulasi dilakukan selama satu jam. Hasil simulasi kemudian dikalikan dengan jumlah jam tiap bulan untuk mendapatkan hasil selama satu tahun. Hasil simulasi yang dilakukan menunjukkan adanya pengurangan sedimentasi/deposisi netto sekitar 30,41% setiap tahun setelah dilakukan penanganan dengan waduk penampung sedimen. Dari hasil simulasi diketahui bahwa pengurangan relatif kecil, karena simulasi belum dilakukan sampai saat kondisi waduk penampung sudah penuh dengan sedimen sehingga proses flushing belum dapat disimulasikan secara optimal.

High sedimentation rate in Wonogiri Multipurpose Dam may cause service period of this dam shorter than the prior plan. The discharge of Wonogiri Multipurpose Dam is an accumulation of inflow from several main rivers, including Keduang River located the east side of the dam. Keduang River supplies very high sedimentation input to the reservoir. One of the steps studied to be implemented in the sediment countermeasure was the building of sediment pocket dam in Keduang River mouth before it enters the reservoir. The research was conducted to determine the reservoir sedimentation before and after countermeasure through a mathematical model approach. It was done by doing flow and sediment transport simulation using the NCCHE-GUI Program to calculate deposition in the reservoir. Simulation was carried out in existing condition and the condition after the sediment pocket dam was built, with the assumption that discharge was evently distributed for each month. This simplification method was applied in wich montly simulation was done for one hour. Simulation result was then multiplied by the number of hours allocated per month to generate the result for one year period. Simulation result indicates that sedimentation reduction or net deposition of an average of 30.41% annually after the treatment by sediment pocket dam. It is also figured out from simulation result that the reduction is relatively small, since simulation was not done until the condition of pocket dam was already filled up by sediment that the flushing process could not yet be simulated optimally.

Kata Kunci : Waduk penampung, Sedimen, Deposisi, Sediment Pocket Dam, Deposition.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.