Evaluasi pelaksanaan penilaian cepat kelayakan bangunan pasca gempa di Kota Padang :: Studi kasus pasca gempa tanggal 13 September 2007
WAHYUDI, M, Dr. Ir. Iman Satyarno, M.E
2008 | Tesis | S2 Magister Pengelolaan Bencana AlamPada tanggal 13 September 2007 gempa bumi dengan kekuatan 7,7 Skala Richter yang berepisentrum di barat daya Sungai Penuh menyerang kota Padang. Akibatnya ribuan bangunan berupa perumahan masyarakat, perkantoran, daerah perdagangan dan bangunan lainnya mengalami kerusakan. Kerusakan yang timbul tersebut menimbulkan bahaya bagi masyarakat yang akan mempergunakan kembali apabila tidak diketahui kondisi keamaanannya. Untuk itu perlu dilakukan penilaian kelayakan bangunan pasca terjadinya gempa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keadaan bangunan di daerah penelitian pasca gempa dengan menggunakan form ATC 20 dan Universitas Patras serta mengevaluasi pelaksanaan penilaian cepat kelayakan bangunan pasca gempa yang telah dilaksanakan oleh pemerintah setempat. Dari evaluasi tersebut di buat suatu usulan pemeriksaan cepat kelayakan bangunan pasca gempa di Kota Padang. Observasi lapangan dilakukan dengan pengamatan, wawancara dengan aparat pemerintahan dan penyebaran kuisioner kepada masyarakat. Dari hasil pemeriksaan bangunan diperoleh kondisi bangunan yang aman 56%, penggunaan terbatas 19 % dan tidak aman 25 %. Pelaksanaan penilaian kelayakan bangunan pasca gempa di Kota Padang belum terlaksana dengan optimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuisioner yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pemeriksaan bangunan sebesar 32%. Jumlah tim investigasi yang ada harus ditingkatkan menjadi 105 tim dengan 11 koordinator tim, dengan melibatkan mahasiswa teknik sipil dari perguruan tinggi di kota Padang
A 7.7 Richter scale earthquake epicenter on the southwest Sungai Penuh struck Padang on September 13th, 2007, causing damage to thousand of buildings including houses, offices, commercial centers, etc. The damage was hazardous for occupants and owners who wanted to utilize the buildings after earthquake without knowing the safety condition of the buildings. It was therefore necessary to perform post-earthquake safety assessment of buildings. The research was carried out with the aim of identifying the postearthquake safety condition of buildings in the research fields following the ATC- 20 form and the form issued by the University of Patras as well as evaluating the performance of post-earthquake rapid assessment of building safety by the local government. Base on the evaluation, a proposal for post-earthquake of building safety in Padang was made. Field research was done by conducting observation, interviews with the government employees and by distributing questionnaires to the local people. According to the building assessment performed, 56 % of the buildings were identified as safe, 19 % with restricted use, and 25 % as unsafe. Postearthquake Rapid assessment of building safety in Padang had not been performed optimally. This could be inferred from the response to the questionnaires that the number of investigation team be increased into 105 team under 11 team coordinators involving civil engineering students at university in Padang.
Kata Kunci : Gempa bumi,Kerusakan bangunan,Penilaian kelayakan,Earthquake, Damage to buildings