Pengaruh penambahan campuran vinasse dan cairan rumen pada air lindi terhadap kualitas pupuk organik cair
TONI, Herwan, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D
2008 | Tesis | S2 Teknik MesinCairan Rumen adalah limbah pemotongan hewan (LPH) pada golongan hewan berperut dua sapi yang berasal dari alat pencernaannya ( Rumen) mengandung bakteri dalam jumlah besar akan menimbulkan persoalan jika tidak dimanfaatkan. Vinasse adalah limbah pabrik gula, sedangkan cairan Lindi banyak mengandung unsur-unsur Carbon (C), Nitrogen (N), Pospor (P), dan Kalium (K). Campuran ketiga limbah tersebut merupakan pupuk organik cair yang dapat dimanfaatkan untuk pemupukan berbagai tanaman. Sehubungan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian membuat formula pupuk organik cair dari ketiga bahan tersebut untuk memperoleh pupuk cair yang sesuai dengan kegunaannya. Formulasi dilakukan dalam dua tahap. Pertama dilakukan pencampuran vinasse dan cairan rumen dengan berbagai variasi ( 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, 75:25 , 80:20, 85:15). Dari formula-formula ini dipilih satu komposisi campuran vinasse dan cairan rumen yang memiliki kandungan C, N, P, K dan CN rasio tinggi. Formulasi tahap kedua dilakukan dengan mencampurkan campuran vinasse-cairan rumen terpilih dengan air lindi dalam berbagai variasi rasio 75%:25%, 62,5%:37,5%, 50%:50%, 37,5%:62,5%, 25%:75% campuran ini dinamakan virelin. Hasil pencampuran digunakan untuk memupuk tanaman tomat dengan pengamatan pertambahan tinggi dan lebar (panjang) daunnya. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan Vinasse 85% dan Cairan Rumen 15% memiliki unsur C,N,P terbanyak. Pada perbandingan Vinasse 40% dan Cairan Rumen 60% memiliki unsur K terbanyak. Pada perbandingan Vinasse 80% dan Cairan Rumen 20% memiliki CN rasio terbanyak. Pemupukan tanaman tomat dengan virelin menunjukkan pertambahan tinggi tanaman dan panjang daun tomat selama percobaan demplat.
Rumen juice is a source of abundant microorganisms causing problems if it is not good handled. Vinasse is a waste of distillation of ethanol from molasses. A leachete which is a liquid waste generated from the degradation of municipal solid waste, consist high value of carbon (C), nitrogen (N), phosphor (P), and potasium (K). Liquid organic fertilizer made from the combination of vinasse, rumen and leachete is investigated through two stages of experiment. The first stage was formulation of vinasse-rumen juice mixture according to the ratio of quantity of the volume i.e. 20:80, 30:70, 40:60, 50:50, 60:40, 70:30, 75:25, 80:20 and 85:15. The C, N, P, and K off each formula was analysed and the highest value was used for the second experiment and name as VR. In the second stage of experiment the VR was mixed with leachete according to the ratio of quantity of volume i.e. 75:25, 62,5:37,5, 50:50, 37,5:62,5, and 25:75. This formula was named as Virelin. Thus there were Virelin 1, Virelin 2, Virelin 3, Virelin 4, and Virelin 5. The virelins were use for fertilizing tomato plants. The results showed that the VR 85-15 was the formula which has the highest values of C, N, and P. While the VR 40-60 has the highest of potassium, and the VR 80-20 has the highest of CN ratio. Fertilizing of tomato plant with Virelin 5 resulted more grow up compared with the control according to the plant hight and wide of leaf.
Kata Kunci : Vinasse, Cairan rumen, Pupuk organik, Lindi,cair, Rumen Juice, Leachete, Liquid Organic Fertilizer