Laporkan Masalah

Perbaikan balok beton bertulang dengan metode jacketing dengan bahan ferosemen akibat beban siklik pada beban ultimate

SOEBANDONO, Bagus, Dr.-Ing. Ir Andreas Triwiyono

2008 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Struktur beton bertulang banyak digunakan pada berbagai konstruksi bangunan, yang terdiri dari gabungan bahan jenis beton dan baja tulangan. Komponen beton bertulang dapat mengalami suatu kegagalan fungsi dimana struktur tersebut tidak mampu lagi menahan beban yang bekerja disebabkan karena kejadian alam misalnya gempa bumi. Dampak dari kejadian alam tersebut bervariasi dari kategori rusak ringan, sedang, berat dan runtuh. Dengan kerusakan tersebut maka perlu upaya perbaikan struktur beton bertulang tersebut dengan metode perbaikan yang baik dan mudah dikerjakan dilapangan. Benda uji berbentuk pertemuan balok-kolom eksterior. Pembebanan dilakukan secara bolak-balik (siklik) sebagai simulasi beban gempa. Benda uji berjumlah 3 buah yaitu: US-1, adalah benda uji geser yang dibebani sampai mencapai beban ultimate kemudian diperbaiki menggunakan 1 lapis kawat jala las segi empat menjadi R-US.1.US-2, adalah benda uji geser yang dibebani sampai mencapai beban ultimate kemudian diperbaiki menggunakan 2 lapis kawat jala las segi empat menjadi R-US.2.UBB, adalah benda uji lentur yang dibebani sampai mencapai beban ultimate kemudian diperbaiki menggunakan 2 lapis kawat jala las segi empat menjadi R-UBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perbaikan struktur (retrofit) pada tahap ultimate dengan menggunakan metode jacketing dengan bahan ferosemen mampu meningkatkan kapasitas beban ultimate sebesar 91,667% (US-1 menjadi R-US.1) dan 81,818% (US-2 menjadi R-US.2), serta 28,571% (UBB menjadi RUBB). Meningkatkan hysteretic energy sebesar 215,66%(US-1 menjadi R-US.1), 273,11%(US-2 menjadi R-US.2) dan 389,84%(UBB menjadi R-UBB). Daktilitas balok retrofit sebesar 6,64 (US-1 menjadi R-US.1)dan 12,72(US-2 menjadi RUS. 2). Kekakuan awal balok retrofit mengalami penurunan 60%(US-1 menjadi RUS. 1), 40%(US-2 menjadi R-US.2) dan 18% (UBB menjadi R-UBB).

A large number of buildings constructions was made of reinforced concrete structure, composed of concrete and steel. The reinforced concrete structure elements could experience damage due to earthquake, from light to heavy failure, such as heavy bending-shear crack near the beam column joint. It is necessary; therefore, to repair the structure adopted good method and workability. The specimens were part of exterior beam-column joint model. Cyclic lateral load was applied to simulate earthquake load. This research used 3 specimens: US-1, the shear damage specimen as the result of first-step loaded test, then are repaired by using 1 layer rectangular galvanized welded wire mesh became R-US.1. US-2, the shear damage specimen as the result of first-step loaded test, then are repaired by using 2 layers rectangular galvanized welded wire mesh became R-US.2. UBB, the bending damage specimen as the result of first-step loaded test, then are repaired by using 2 layers rectangular galvanized welded wire mesh became R-UBB. The result showed that the retrofitted on ultimate load by using jacketing ferrocement increased the ultimate strength capacity of 91,667%(US-1 to RUS. 1), 81,818%(US-2 to R.US.2) and 28,571%(UBB to R-UBB) respectively. Increasing the hysteretic energy were 215, 66%(US-1 to R-US.1), 273,11%(US-2 to R.US-2) and 389, 84%(UBB to R-UBB). The ductility of retrofitted specimen 6,64(R-US.1) and 12,72(R-US.2). The initial stiffness of retrofitted specimens decreased 60%(US-1 to R-US.1), 40%(US-2 to R-US.2) and 18%(UBB to RUBB).

Kata Kunci : Beban siklik,Perbaikan struktur,Kuat geser,Jacketing, shear strength, cyclic load, retrofit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.