Laporkan Masalah

Analisis usaha rumput laut di Kabupaten Sikka

TIBO, Maurinus Wilhelmus Gili, Dr. Ir. Slamet Hartono, SU., M.Sc

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) besarnya pendapatan dan keuntungan yang diperoleh petani rumput laut di Kabupaten Sikka, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi produksi rumput laut di Kabupaten Sikka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis, yaitu meneliti suatu obyek pada masa sekarang atau jangka waktu yang masih dalam ingatan responden. Pelaksanaannya dilakukan dengan survey terhadap 50 orang responden petani rumput laut yang tersebar di 3 kecamatan, yaitu kecamatan Talibura, Kewapante, dan Alok Barat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan keuntungan serta analisis fungsi produksi. Dari hasil analisis diketahui rata-rata penerimaan usaha rumput laut sebesar Rp 3.394.176,00 pendapatan sebesar Rp 2.104.520,00 dan keuntungan sebesar Rp 2.004.713,09 serta R/C ratio = 2,44 untuk satu periode 45 hari dengan rata-rata jumlah tali ris sebanyak 29. Faktor yang mempengaruhi produksi rumput laut adalah jumlah bibit. Jumlah bibit yang digunakan dalam usaha rumput laut sebaiknya ditingkatkan sebab akan meningkatkan produksi. Dengan demikian pendapatan dan keuntungan akan bertambah. Usaha rumput laut merupakan usaha yang sifatnya skala rumah tangga, mudah, dan murah untuk dikerjakan. Oleh karena itu seluruh anggota keluarga diberdayakan di dalam proses produksi, sehingga dapat memperkecil kemungkinan untuk menyewa tenaga kerja dari luar, akibatnya biaya dapat dikurangi. Keberhasilan kegiatan usaha rumput laut sangat tergantung pada kesiapan sumber daya manusia pembudidaya dalam mengelola sumber daya perikanan. Agar makin terampil, diperlukan transfer pengetahuan dan teknologi secara berkesinambungan. Sehingga diharapkan petani mampu berproduksi secara terus-menerus.

Aims of the research are to investigate : (1) level of obtained earning and profit seaweed farmer in Regency of Sikka, and (2) factors influencing seaweed production in Regency of Sikka. The method which used in this research was analysis of descriptive, that is investigating an object at present or the duration of respondent memory. This research was done by using survey to 50 seaweed farmer respondents in 3 districts, that are Talibura district, Kewapante district, and Alok Barat district. Analysis method that used are earning and profit analysis, and product function analysis. Result of the analysis indicates mean of revenue seaweed aquaculture was Rp 3,394,176.00, earning was Rp 2,104,520.00, profit was Rp 2,004,713.09, and R/C ratio = 2.44, for one period 45 days, with 29 long lines. Factor influencing seaweed production is number of germ. Number of germ which used in seaweed aquaculture, better to be increased, cause will increase product. Thereby, earning and profit will increase. Seaweed aquaculture formed the activity which in household scale, easy, and cheap to be done. Therefore, all family number were powered in process of production, so that can minimize possibility to rent labour, as a result cost could be decreased. The success of seaweed aquaculture is very dependent upon readiness of seaweed aquaculture human resources in managing fishery resources. To be more skillful, needed by transfering of technology and knowledge without interruption. So, what the farmers expected, could be in production continually.

Kata Kunci : Rumput laut, Produksi, Nilai tambah, Keuntungan, Production, earnings, profit, seaweed.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.