Pengaruh penerapan sistem eksploitasi karet baru terhadap kinerja bisnis karet di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero)
SUNDIANDI, Dr. Ir. Any Suryanti, MM
2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen AgribisnisBisnis karet merupakan salah satu bisnis utama PT. Perkebunan Nusantara III yang harus selalu ditingkatkan kontribusinya terhadap perusahaan. Produktivitas tanaman karet PT. Perkebunan Nusantara III masih di bawah potensi produksi masingmasing klon. Melihat komposisi klon yang dibudidayakan di PT. Perkebunan Nusantara III terdapat potensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman mendekati potensi produksinya. Langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produktivitas tanaman adalah dengan menerapkan sistem eksploitasi yang sesuai dengan tipologi klonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem eksploitasi baru yang didasarkan pada tipologi klonal terhadap produksi, produktivitas tanaman, pendapatan, laba dan kontribusi laba terhadap perusahaan. Sistem eksploitasi ini diharapkan dapat dijadikan kebijakan pada bisnis karet sehingga diperoleh produktivitas tanaman yang tinggi dan pada akhirnya akan meningkatkan kontribusi bisnis karet terhadap PT. Perkebunan Nusantara III. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan capaian produksi, produktivitas tanaman, pendapatan, laba dan kontribusi laba terhadap perusahaan antara penggunaan sistem eksploitasi konvensional yang dikombinasikan dengan sistem ATS (Alternate Tapping System) dan sistem eksploitasi baru yang disesuaikan dengan tipologi klonal. Penelitian ini dilakukan di kebun-kebun PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) selama enam bulan yakni pada bulan Agustus 2007 sampai dengan Januari 2008. Penelitian dilakukan dengan pengumpulan data primer secara periodik dengan membandingkan capaian produksi, produktivitas tanaman, pendapatan, laba, dan kontribusi bisnis karet terhadap perusahan sebelum dan sesudah penerapan sistem sadap baru yang dianalisis dengan metoda pengujian rerata. Data produksi, produktivitas, dan pendapatan dianalisis dengan metode pengujian rata-rata populasi dua arah. Data laba dan kontribusi bisnis karet dianalisis dengan metode pengujian rata-rata populasi satu arah. Hasil penelitian pada selang kepercayaan 95% menunjukkan bahwa penerapan sisten eksploitasi baru yang didasari oleh tipologi klonal dapat meningkatkan produksi dan produktivitas secara nyata dibanding penerapan sistem eksploitasi konvensional. Pendapatan bisnis karet dengan penerapan sistem eksploitasi baru meningkat secara nyata dibandingkan dengan sistem eksploitasi konvensional. Hasil analisis ststistik menunjukkan bahwa laba dan kontribusi bisnis karet dengan penerapan sistem eksploitasi baru tidak nyata meningkat dibandingkan dengan sistem eksploitasi konvensional. Dari hasil analisis terhadap capaian produksi, produktivitas tanaman, pendapatan, laba dan kontribusi laba bisnis karet terhadap perusahan dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem eksploitasi baru berdasarkan tipologi klonal sangat sesuai dengan jenis klon yang dibudidayakan di PT. Perkebunan Nusantara III. Hal tersebut didasari oleh peningkatan produtivitas tanaman dan pendapatan bisnis karet yang meningkat secara signifikan bila dibandingkan dengan sistem eksploitasi sebelumnya (konvensional). Melihat potensi klon-klon unggul yang dibudidayakan di PT. Perkebunan Nusantara III maka produktivitas tanaman akan meningkat dengan penerapan sistem eksploitasi baru untuk seluruh areal pertanaman karet di PT. Perkebunan Nusantara III. Dengan peningkatan produktivitas tanaman maka peningkatan kontribusi bisnis karet terhadap PT. Perkebunan Nusantara III secara berkelanjutan akan dapat terlaksana. Dengan demikian sistem eksploitasi baru dengan tipologi klonal dapat dijadikan kebijakan produksi bisnis karet di PT. Perkebunan Nusantara III.
PT. Perkebunan Nusantara III is an agribusiness company which is active in upstream and downstream industry. Rubber business represents one of major business in PT. Perkebunan Nusantara III beside palm oil. Rubber crop productivity showed improvement from year to year during last seven years. The rubber yield still could be improved by exploit crop production potency. Those mentioned based on clone production potency planted in PT. Perkebunan Nusantara III which were generally superior clone with high production potency. Crop productivity became an important factor in effort to improve the profit margin for natural rubber agribusiness. To increase crop productivity can be used superior clones and accompanied with the improvement of rubber cultivation standard. The other important factor was exploitation technique which can be carried out to increase rubber productivity. The objective of this research was to assess the new exploitation system influence based on clonal typology to the crop yield, productivity, rubber business income, profit, and profit contribution to the company (PT. Perkebunan Nusantara III). The research conducted by collecting primary datas and compared before and hereafter the new tapping system was applied. The research revealed that crop yield with new tapping system (in 2004 - 2007) was higher than conventional exploitation system (in 1998 - 2003). The implementation of new exploitation system based on clonal typology in 2004 increased yield up to 1.5% (37,489 tons/year) than in 2003 (36,920 tons/year). The yield in 2005 and 2006 improved up to 3.3 and 1.5% than 2004. In 2007, the crop yield dropped 1.1% (39,490 tons/year) than 2006. The productivity with new tapping system was significantly higher than the conventional exploitation system. After new exploitation system applied, crop productivity increased to become 1,454.29 kg/ha/y in 2004 and 1,498.68 kg/ha/y in 2005. In 2006 crop productivity raised up to 1,586.52 kg/ha/y but in 2007 dropped to become 1,554.16 kg/ha/y. The mean of rubber business income at conventional exploitation system period was Rp. 182,425 million, while income mean of new exploitation system period was Rp. 629,348 million. The mean of rubber business profit at new exploitation system period was Rp. 152,040 million. The profit contribution of rubber business fluctuated every year. Highest contribution reached in 2006 which was 51,22% and lowest in 2004 (8,14%). When new exploitation system was 100% applied to entire areal, total yield which can be reached estimated up to 53,844 tons and crop productivity was about 1.869 tons/ha/year. The total of rubber business income assumed Rp. 1,006.883 million and rubber business profit equal to Rp. 369,451 million. Rubber business contribution estimated become 31,63% to total company profit. According to superior clone potency cultivated in PT. Perkebunan Nusantara III, the exploitation based on clonal typology can be used as production policy of rubber business in PT. Perkebunan Nusantara III. In order to accelerate the new exploitation system implementation, the company had to do a continual socialization to the tappers and also tapping supervisors.
Kata Kunci : Karet,Sistem ekploitasi,Kontribusi,Bisnis karet,Produksi tanamam,Capaian produksi,Laba,rubber crop, exploitation system, tapping, crop yield, productivity, rubber business income, profit, profit contribution