Laporkan Masalah

Dampak kegiatan dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (DPM-LUEP) terhadap produksi, harga gabah dan pendapatan petani di Kabupaten Klaten

SUSILOWATI, Lucia Sri Winarni, Prof. Dr. Ir. Dwidjono HD, MS

2008 | Tesis | S2 Magister Manajemen Agribisnis

Beras merupakan komoditas strategis secara ekonomi, social dan politis. Oleh karena itu Pemerintah menetapkan kebijakan perberasan sebagai wujud perhatian Pemerintah kepada petani. Salah satu kebijakan pendukungnya adalah peberian insentif harga di tingkat petani yang menjamin tingkat keuntungan tertentu, dilaksanakan melalui pembelian gabah serendah-rendahnya sesuai harga pembelian pemerintah (HPP). Dalam penelitian ini, dimaksudkan untuk mengeahui dampak kegiatan DPM-LUEP terhadap peningkatan produksi, harga gabah dan pendapatan petani padi di kabupaten Klaten serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan produksi dan pendapata petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan DPM-LUEP belum berpengaruh nyata terhadap peningkatan produksi. Dari kegiatan ini terlihat adanya selisih harga jual gabah kering panen (GKP) petani mitra LUEP lebih tinggi dibanding petani non mitra sehingga berdampak terhadap peningkatan pendapatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi (Luas lahan, tenaga kerja, pupuk Urea, pupuk SP-36,pupuk ZA, pupuk Phonska, benih, pestisida, dummy-LUEP) yang signifikan dapat meningkatkan produksi adalah penggunaan tenaga kerja dan pupuk ZA. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan (produksi, upah tenaga kerja, harga benih, harga pupuk, harga pestisida dan dummy-LUEP) yang signifikan dapat meningkatkan pendapatan adalah produksi, harga pupuk dan adanya kegiatan DPM-LUEP.

As economically, socially and politically rice is a strategic commodity. Therefore, government determines a ricing policy a form of government consideration to farmers. One of the support policies is extension of price incentive to farmers that guarantee certain benefit rate, implemented by purchase unhulled paddy with the lowest price according to government purchase price (HPP). This research is aimed to know impact of DPM-LUEP activities toward production increasing, unhulled paddy price and paddy farmers’ income in Klaten Regency, and also factors that influence production increasing and farmers’ income. The result shows that DPM-LUEP activities have no real impact to production increasing. From these activities we can see the difference of selling price of dry unhulled paddy (GKP) by partner farmers is higher than no partner farmers, so that effect the income increasing. Factors that influence production (fields extensive, labors, urea fertilizer, 5P-36 fertilizer, ZA fertilizer, phonska fertilizer, seeds, pesticides, and dummy-LUEP) which increase production significantly are utilizing of labors and ZA fertilizer. Factors that influence income (production, labors wage, seeds price, fertilizers price, pesticides price and dummy-LUEP) which increase income significantly are production, fertilizers price and existence of DPM-LUEP activities.

Kata Kunci : Kebijakan,Harga gabah,Produksi,Pendapatan,Ekonomi pedesaan,Lembaga usaha,policy, pricing, incentive, unhulled paddy, by government, production, income, institution, exertion, economic, rural.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.