Fungsi polisi dalam pencegahan konflik :: Studi kasus peran Polri dalam pilkadasung Bireuen 2007
RUSYDI, Teuku Eddy Faisal, Sigit Riyanto, LLM
2008 | Tesis | S2 Magister Perdamaian dan Resolusi KonflikTesis ini berbicara tentang fungsi polisi dalam pencegahan konflik, studi kasus peran polri dalam pelaksanaan kegiatan pemilihan kepala daerah langsung (pilkadasung) untuk memilih bupati di Kabupaten Bireuen yang diselenggarakan tanggal 25 Juni 2007. Tesis ini mengungkapkan secara akurat, sistematis, dan komprehensif tentang fungsi dan efektifitas fungsi pemolisian di bidang pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan supremasi hukum dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan pilkadasung. Tulisan ini bertujuan untuk (1)mengetahui dan mendapatkan gambaran yang jelas tentang peran aparat kepolisian yang dalam hal ini Polres Bireuen khususnya dan Polda Nanggroe Aceh Darussalam pada umumnya dalam mensukseskan kegiatan pilkadasung Bireuen, (2)mengetahui dan menggali secara persis efektifitas fungsi pemolisian dalam melayani, melindungi, mengayomi, dan menegakkan supremasi hukum selama pelaksanaan kegiatan pilkadasung Bireuen. Penelitian ini merupakan gabungan dari penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data dan informasi yang didapat kemudian diolah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Diskusi seputar fungsi polisi sebagai pencegah konflik relevansinya dengan peran polri dalam kegiatan pilkadasung Bireuen merupakan kajian yang sangat menarik. Sebagai sebuah daerah transisi pasca perdamaian, Kabupaten Bireuen tetap mewariskan potensi konflik yang apabila tidak dapat dikelola dengan baik akan menjadi bom waktu. Oleh karena itu kurang efektifnya fungsi pemolisian dalam perlindungan dan penegakkan supremasi hukum serta terjadinya praktek pembiaran oleh polisi yang berakibat buruk terhadap masyarakat, konstituen, dan pasangan calon bupati/wakil bupati merupakan bentuk lain dari strategi pemolisian dalam mencegah terjadinya konflik yang bisa berimplikasi terhadap kekerasan massa dan pecahnya konflik baru di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
This thesis is talking about the functions of police in conflict prevention, case study of the role of Indonesia National Police (Polri) in direct regional head election to elect a regent in Bireuen regency on June 25, 2007. This thesis explains accurately, sistematically, and comprehensively about the function of policing and its effectiveness to serve, protect, secure, and enforce the law supreme in every step of election activities. The goals of this research are (1)knowing and getting clear description on the role police appratus in Polres Bireuen especially, and Polda Nanggroe Aceh Darussalam broadly to succed election in Bireuen, and (2) knowing and exploring precisely about the efectiveness of policing function to serve, protect, secure, and enforce the law supreme in regent election. This research combines between field research and library research. Techniques or methods to collect data are interview, observation, and documentation study. Data and informations then analyzed by qualitatif descriptive approach. The discussion around policing function as conflict prevention and its relevantion with role of Polri in direct regent election in Bireuen is a very interesting study. As a postpeace transition region, Bireuen regency keep still inheriting conflict potential, if not managed properly would become time bomb. So that, the lack of effectiveness of policing function on protecting and enforcing law supreme that has bad effects for society, constituents, and couple of regent or vice regent candidates is another way of policing strategies to prevent conflict. Police also let unfairness in election process. If not, that would implicate mass violence and explode new conflict in Nanggroe Aceh Darussalam province.
Kata Kunci : Konflik,Pemilihan kepala daerah langsung,Polisi,Bireuen,direct regent election, conflict prevention, police