Analisis persepsi penerbang terhadap kawasan keselamatan operasional penerbangan dan peralatan visual aids, telekomunikasi navigasi udara di bandar udara Adisutjipto Yogyakarta
SUNARTO, Dr. Ir. Sigit Priyanto, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik TransportasiPihak otoritas bandar udara Adisutjipto Yogyakarta sebagai salah satu pelaku dalam jasa penerbangan dituntut untuk mampu menyiapkan kinerja keselamatan penerbangan yang berhubungan dengan pengendalian kawasan keselamatan operasional penerbangan, kehandalan peralatan visual aids, dan telekomunikasi navigasi udara, agar pelayanan keselamatan penerbangan dapat terpenuhi sesuai dengan harapan penerbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penerbang terhadap kawasan keselamatan operasional penerbangan dan kinerja peralatan visual aids, telekomunikasi navigasi udara di bandar udara Adisutjipto Yogyakarta, menganalisis kinerja pelayanan keselamatan penerbangan yang selama ini sudah dilakukan oleh pengelola bandar udara Adisutjipto Yogyakarta, serta mengkaji berbagai upaya peningkatan kinerja pelayanan keselamatan penerbangan berdasarkan standard yang sudah ditetapkan oleh organisasi nasional maupun internasional. Metode yang digunakan untuk mengetahui persepsi penerbang terhadap kinerja keselamatan penerbangan di bandar udara Adisutjipto Yogyakarta melalui survai selama 30 hari menggunakan kuesioner yang diberikan secara langsung kepada 357 responden (penerbang) dan dilakukan pula kegiatan wawancara untuk mendapatkan informasi terkait kinerja pelayanan keselamatan penerbangan bandar udara Adisutjipto Yogyakarta. Kegiatan survai menghasilkan data primer yang selanjutnya dianalisis dengan metode statistik deskriptif, statistik inferensial non parametrik dalam bentuk crosstabulasi dan importance performance analysis. Hasil penelitian sesuai analisis crosstabulasi menunjukkan bahwa karakteristik responden (penerbang) yang mempunyai hubungan dengan kinerja keselamatan penerbangan bandar udara Adisutjipto Yogyakarta adalah masa kerja dengan taraf signifikansi 0,035, type pesawat dengan taraf signifikansi 0,000, jam terbang dengan taraf signikansi 0,009, dan visibility dengan taraf signifikansi 0,022. Berdasarkan metode importance performance analysis, diperoleh faktorfaktor penting berdasarkan tingkat kesesuaian dan harus mendapat prioritas utama dalam upaya meningkatkan kinerja keselamatan penerbangan di bandar udara Adisutjipto Yogyakarta yang meliputi sistem penyinaran flood light dalam menerangi pesawat dan sekitar apron area (faktor nomor 10), sistem penyinaran runway edge light dalam mendukung take off dan landing pesawat (faktor nomor 7), kualitas frekuensi VHF Yogya director 123,4 MHz (faktor nomor 12), sistem penyinaran taxiway edge light (faktor nomor 8), penataan/pengendalian bangunan/tegakan terkait obstacle area pada final approach runway jarak 0 – 2 NM (faktor nomor 1), dan sistem penyinaran apron edge light dalam mendukung pesawat menuju apron area (faktor nomor 9).
The Jogjakarta Adisutjipto airport authority is an aviation service is required to have competency in conforming aviation safety performance related to the control on aviation operational safety area, the reliability of visual aids instruments, and air navigation telecommunication, therefore the aviation safety service is presumably met as pilot expectation. The present research aimed to identity pilots’ perception on the area of aviation operational safety and the performance of visual aids, telecommunication and air navigation instruments of the Yogyakarta Adisutjipto airport; analyze the performance of aviation safety service that the authority of Yogyakarta Adisutjipto airport; and examine various efforts of improved performance of safety aviation service based on the standard of national or international boards. Method used to identify the pilot perception on aviation safety performance in the Yogyakarta Adisutjipto airport through a 30 day–survey involved questionnaires distributed directly among 357 respondents (pilots) and interviews were conducted to obtain information related to the aviation safety performance in the Yogyakarta Adisutjipto airport. Survey resulted in primary data subsequently analyzed using non parametric inferential, descriptive statistics in the forms of cross-tabulation and importance performance analysis. Based on analysis results is indicated that respondent (pilot) characteristics having relation with aviation safety performance of Yogyakarta Adisutjipto airport were those with the period of service of significance level at 0.035, aeroplane type with significance level at 0.000, flying hours with significance level at 0.009, and visibility with significance level at 0.022. Based on the importance performance analysis method, it was is indicated that important factors according to appropriateness level for feasible top priority to improve aviation safety performance in the Yogyakarta Adisutjipto airport involved flood light system for lighting aeroplanes and surrounding apron area (factor number 10), runway edge light system for supporting aeroplane take off and landing (factor number 7), the quality of frequency VHF Yogyakarta director 123.4 MHz (factor number 12), taxiway edge light system (factor number 8), building arrangement/control/standing related to obstacle area on final approach runway in the distance of 0-2 NM (factor number 1), and apron edge light system for supporting aeroplanes approaching apron area (factor number 9).
Kata Kunci : Penerbang, Kinerja, Keselamatan operasional, Visual aids, Telekomunikasi, Navigasi udara