Laporkan Masalah

Stabilisasi tanah lempung menggunakan aspal emulsi aplikasi perkerasan jalan di Kabupaten Merauke-Propinsi Papua

KATMOK, Yanoarius, Dr. Ir. Hary Christady Hardiyatmo, M.Eng, DEA

2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan TeknikTransportasi

Bahan untuk konstruksi perkerasan jalan sulit diperoleh ditempat, maka tanah dapat manfaatkan sebagai sebagai bahan konstruksi perkerasan. Sifat - sifat dan perilaku tanah yang sering terjadi pada suatu daerah akan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu pekerjaan teknik sipil. Tanah lempung mempunyai sifat dan perilaku mudah mengalami perubahan volume, sehingga merugikan konstruksi yang didukungnya yang bisa ditandainya oleh beberapa kerusakan pada konstruksi bangunan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi daerah dan beberapa kerusakan konstruksi yang terjadi di daerah Kabupaten Meruke-Propinsi Papua. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pencampuran tanah lempung berasal dari Kabupaten Merauke – Propinsi Papua dengan aspal emulsi dari distributor PT. Hutama Prima Bogor cabang Cilacap dengan variasi presentase aspal emulsi 2 %, 4 %, 6 % dan 8 % kemudian dilakukan pengujian kepadatan, swelling CBR, uji CBR dan kuat tekan bebas. Hasil penelitian menujukkan aspal emulsi dengan variasi 2 %, 4 %, 6 % dan 8 % dapat menaikkan nilai CBR yan dapat dilakukan dengan dua metode yaitu, yang pertama dengan nilai CBR menjadi 5,16%, 5,63%, 6,88%, 7,96%, sedangkan yang kedua dengan nilai CBR menjadi 5,64%, 6,15%, 7,11%, 8,66%, untuk nilai kuat bebas naik menjadi 2,08 kg/cm2 sampai dengan 8% mencapai 4,08 kg/cm2 dan modulus elastisitas cenderung naik dari 2% sampai dengan 8% kadar aspal emulsi mencapai nilai 115,556 kg/cm2, 131,765 kg/cm2, 168,32 kg/cm2, 510 kg/cm2, sedangkan tanah lempung asli lolos saringan no 200 (0,075 mm) 42,88%, berat jenis tanah 2,633, batas cair 28,17%, batas plastis 19,87%, indeks plastisitas 8,3%, berat isi kering maksimum 1, 644 gr/cc, kadar air optimum 20,08% , klasifikasi tanah sistem USCS termasuk tanah ML. Sedangkan sisatem AASHTO tanah termasuk kelompok A-4 yaitu tanah berlanau dan berlempung. Dari hasil pengujian ini menujukkan nilai CBR dan kuat tekan bebas memperoleh peningkatan daya dukung tanah yang signifikan setelah dicampur dengan aspal emulsi CSS, setelah diperam selama 3 hari.

Because material for street hardening construction is difficult to obtain in place, soil can be used for hardening construction material. Characteristics and behavior of the soil available in a region can be considered in planning and realizing civil engineering works. Clay soil has behavior and characteristic that is easy to change in volume, resulting in damaging supported construction indicated by some damages of building constructions above. The background of this study is local condition and various damages occurred in Merauke Regency, Papua Province. The study was done by mixing clay soil from Merauke Regency, Papua Province and emulsion asphalt from the distributor, Cilacap subsidiary of PT. Hutama Prima Bogor, with varying percentage of emulsion asphalt of 2%, 4%, 6%, and 8%, and conducing density test, swelling CBR, CBR test, and free pressure strength test. The result shows that emulsion asphalt of 2%, 4%, 6%, and 8% can increase CBR value with two methods: first, by CBR value increase to 5.16%, 5.63%, 8.88%, 7.96%, whereas the second method gives CBR value increase to 5.64%, 6.15%, 7.11%, 8.66%, for free strength value increase of 2.08 kg/cm2 to 8%, i.e., 4.08 kg/cm2 and modulus elasticity tend to increase from 2% to 8%, emulsion asphalt content to 115.556 kg/cm2, 131.765kg/cm2, 168.32kg/cm2, 510 kg/cm2, whereas original clay soil passes the filter no 200 (0.075 mm) 42.88%, soil specific weight 2.633, liquid level 28.17%, plastic level 19.87%, plasticity index 8.3%, maximum dry content weight 1.644 g/cc, optimal water content 20.08%, soil classification with USCS system is classified as ML soil. Meanwhile in AASHTO system, it is classified as A-4 group, i.e., soil with clay and silt. Testing result shows that CBR value and free pressure strength obtain the increase in significant soil supporting force after it is mixed with CSS emulsion asphalt and kept for 3 days.

Kata Kunci : Standar Proctor, CBR, Swelling, Kuat tekan, Proctor Standard, CBR, Swelling, Pressure strength


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.