Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pengambilan resiko pada pengendara sepeda motor remaja di Yogyakarta
KARTIKAWATI, Budyastuti Indah, Prof. Dr. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem dan Teknik TransportasiSepeda motor merupakan kendaraan yang paling beresiko mengalami kecelakaan baik di Indonesia maupun di negara-negara maju. Walaupun demikian populasi sepeda motor justru terus bertambah dari tahun ke tahun. Di sisi lain, angka keterlibatan remaja dalam kecelakaan sangat tinggi bila dibandingkan dengan pengguna jalan yang berusia dewasa ataupun tua. Tingginya angka kecelakaan pada sepeda motor dan juga remaja tidak lepas dari perilaku pengambilan resiko ketika berkendara, seperti mengendarai kendaraan terlalu dekat dengan kendaraan lain, mengemudi dalam kondisi mengkonsumsi alkohol, menerobos lampu merah, mengemudi dengan kecepatan sangat tinggi, dan tidak memakai helm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pengambilan resiko pada pengendara sepeda motor berusia remaja, agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak-pihak terkait dalam pengambilan keputusan maupun pembuatan strategi kebijakan untuk mengurangi angka kecelakaan lalulintas. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dari 213 subyek yang memiliki karakteristik berusia 15-21 tahun, mengendarai sepeda motor, dan duduk di bangku SMU atau mahasiswa, dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, dan regresi berganda. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku beresiko, sedangkan variabel independen penelitian ini terdiri dari 10 variabel, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kemahiran, persepsi tentang teman sebaya, pengalaman kecelakaan, tipe kepribadian, kepemilikan SIM, kapasitas mesin, dan jumlah pelanggaran yang tidak mendapatkan sanksi. Setelah dilakukan analisis regresi berganda, diperoleh 7 variabel independen yang secara signifikan berpengaruh terhadap perilaku beresiko, yaitu jenis kelamin, persepsi tentang teman sebaya, pengalaman kecelakaan, tipe kepribadian, kepemilikan SIM, kapasitas mesin, dan jumlah pelanggaran yang tidak mendapatkan sanksi, dengan R2 = 0,532.
Motorcycle is the most vulnerable vehicle in Indonesia as well as in developed country. On the other hand, the population of motorcycle exactly increased every year. Accidents among young people were higher compared to adult and elderly. That situation was caused by risk taking behavior while riding motorcycle. This research was intended to know the factors that contribute to risk taking behavior among young motorcyclists. The subjects of this study were young motorcyclists (high school or university students and 15 years to 21 years old, totally 213 people). Data was collected using questionnaire. Dependent variable in this research was risk taking behavior, while independent variables were age, gender, level of education, driving experience, perception about peer-group, accident experience, type of personality, ownership of driving license, volume engine, and number of violations without punishment. The multiple regression analysis was applied to analyze the data. It was found that there were seven independent variables which significantly contribute to risk taking behavior among young motorcyclists. The seven variables were gender, perception about peer-group, experience of accidents, type of personality, ownership of driving license, volume engine, and number of violations without punishment. Adjusted R2 was 0,532.
Kata Kunci : Remaja,Sepeda motor,Kecelakaan lalu lintas,Perilaku, risk taking behavior, young motorcyclist, multiple regressions.