Produksi dan karakterisasi minyak biji Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus Sp) dengan pres hidrolis
KURNIAWATI, Heri, Ir. Suwedo Hadiwiyoto, MS., M.Phil
2008 | Tesis | S2 Magister Sistem TeknikMinyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Salah satu sumber hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber minyak goreng adalah biji kecipir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen minyak biji kecipir yang dihasilkan dengan pengepres hidrolis (hydraulic pressing), sifat fisiko-kimia minyak yang dihasilkan serta komposisi asam-asam lemak penyusun minyaknya. Biji kecipir dihaluskan (± 40 mesh) dan dikukus pada suhu 100oC selama 0, 15, 30, 45 dan 60 menit, kemudian ektraksi dilakukan dengan pres hidrolis pada tekanan 500cm2/kg selama 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pengukusan mempengaruhi rendemen yang dihasilkan (α≤0,05) dan waktu pengukusan optimum dicapai pada 44 menit, dimana rendemen yang diperoleh 12,06 (%wb) dan recoverynya 70,34 (%wb). Sifat fisiko-kimia refening oil yaitu kadar air 0,002 (%wb); berat jenis 0,91; indek bias 1,47; angka peroksida 14,68(meq/kg); angka iod 5,60(mg/g); angka asam 0,81(mg/g); angka penyabunan 202,79; titik didih 165oC; titik asap 184oC; viskositas 0,46 (poise); dan total karoten 957,80 (μg/100gr). Komposisi asam lemak penyusun minyak biji kecipir terbesar adalah asam lemak tidak jenuh oleat (C18:1), linoleat (C18:2) dan parinarat (C18:4) sebesar ± 66%, sedangkan asam lemak tidak jenuhnya palmitolienat (C16:1) dan behenat (C22:0) sebesar ± 25%. Berdasarkan sifat fisiko-kimia refining oil biji kecipir dibandingkan dengan SNI minyak goreng dan palm oil dari WHO/FAO, refening oil dari minyak biji kecipir dapat dimanfaatkan sebagai minyak goreng.
Cooking oil is one of a real staple required by Indonesian society. Winged bean can be exploited as cooking oil source. This research aims to know the yield and recovery of winged bean oil with hydraulic pressing and physical-chemical properties of oil. Winged bean seeds was grinded (± 40 mesh) and steamed at 100oC for 0, 15, 30, 45 and 60 minutes, then extracted by hydraulic pressing at 500 kg/cm2 for 20 minutes. Experimental result indicates that steaming time influence the yield (α≤0,05) and the optimum steaming time was 44 minutes, with yield = 12,06 (%wb) and recovery = 70,34 (%wb). Physical-chemical properties of refining oil were water content 0,002 (%wb); specific gravity 0,91; refraction index 1,47; peroxide value 14,68 (meq/kg); iodine value 5,60 (mg/g); acid value 0,81(mg/g); saponification number 202,79; boiling point 165oC; smoke point 184oC; viscosity 0,46 ( poise); and carotene 957,80 (μg/100gr). The composition of fatty acids shows that the biggest unsaturated fatty acids are oleate (C18:1), linoleat (C18:2) and parinarat (C18:4) about 66%, and saturated fatty acids are palmitolienat (C16:1) and behenat (C22:0) about 25%. According on physical-chemical properties compared with SNI of cooking oil and FAO/WHO of palm oil, refining oil of winged bean seeds can be applied as cooking oil.
Kata Kunci : minyak kecipir, pres hidrolis, waktu pengukusan, sifat fisiko-kimia, winged bean oil, hydraulic press, steaming time, physical-chemical properties