Pemenjaraan Pada Narapidana Narkoba di Rumah Tahanan (RUTAN) Salatiga
KRISTIANINGSIH, Sri Aryanti, Prof. Dr. Koentjoro, M.BSc., Ph.D
2008 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengeksplorasi bagaimana pemaknaan narapidana narkoba terhadap pemenjaraan dan bagaimana efek pemenjaraan pada narapidana narkoba di RUTAN Salatiga, khususnya pada 6 aspek kehidupan manusia (Dornan, 2007), yaitu : fisik, mental/psikologis, spiritual, karir/finansial, keluarga, dan sosial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terfokus. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian sebanyak 8 orang yang terdiri dari 6 orang narapidana narkoba dengan tingkat penggunaan narkoba sebelumnya belum sampai tingkat ketagihan/ketergantungan (3 orang narapidana klasifikasi B.I, 3 orang narapidana klasifikasi B.IIa), dan 2 orang narapidana kasus non narkoba (1 orang narapidana klasifikasi B.I, 1 orang narapidana klasifikasi B.IIa), serta 5 orang informan. Metode analisis data mengacu pada analisis data model interaktif dari Miles & Hubberman yang terdiri dari 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Melalui penelitian ini ditemukan bahwa tindak kriminalitas baik kasus narkoba maupun non narkoba, dengan pemenjaraan pertama maupun kedua, dipengaruhi oleh pengaruh negatif yang besar dari lingkungan dan karakteristik narapidana, yaitu kontrol diri yang lemah, sehingga narapidana sulit untuk menyeleksi suatu tindakan itu benar atau salah menurut norma. Kesadaran narapidana bahwa tindakan yang dilakukan merupakan tindak kriminalitas atau bukan, berpengaruh pada pemaknaan narapidana terhadap penangkapannya itu ditentukan oleh faktor eksternal ataupun faktor internal, dan perasaan bersalah atau tidak bersalah. Pengalaman pemenjaraan (pertama atau kedua) dan kondisi penjara berpengaruh pada pemaknaan terhadap pemenjaraan yang bersifat negatif ataupun positif. Tidak ada perbedaan yang menonjol antara efek pemenjaraan pada narapidana narkoba maupun non narkoba. Namun, pemenjaraan pertama atau kedua mempunyai dinamika psikologis yang cenderung berbeda. Efek pemenjaraan pada narapidana dapat bersifat negatif maupun positif. Penelitian ini melihat efek pemenjaraan dari aspek fisik, psikologis, spiritual, finansial / karir, keluarga, dan sosial narapidana (Dornan, 2007). Di antara keenam aspek tersebut, pemenjaraan cenderung lebih dirasakan oleh narapidana pada aspek psikologis, finansial / karir, dan keluarga. Selama pemenjaraan, narapidana melakukan strategi coping, yaitu Emotional Focused Coping (EFC) dan Problem Focused Coping (PFC). Penulis memprediksikan bahwa setelah keluar dari penjara, kemungkinan besar narapidana akan melakukan lagi tindak kriminalitas seperti yang dilakukan sebelumnya, khususnya pada narapidana narkoba, sehingga kemungkinan untuk masuk lagi ke penjara cukup besar. Hal tersebut disebabkan kontrol diri narapidana yang lemah, tidak adanya usaha narapidana untuk menjadi diri yang ideal, serta belum adanya program pembinaan untuk menumbuhkan kontrol diri internal selama pemenjaraan.
The purpose of this research for understanding and explore the interpretation drug prisoners toward incarceration and how incarceration effect on drug prisoners in RUTAN’s Salatiga, especially on six human life aspects (Dornan,2007), they are : physical, mental/psychological, spiritual, carrier/financial, family and social. The research type is qualitative research with phenomenology approach. The collecting data method is interview, observation, and focused group discussion. The sampling technique used is purposive sampling. The research subject are 8 person, contain 6 person drug prisoners with drugs usage level are not in addicted level (3 prisoners B.I classification, 3 prisoners B.IIa classification), and two prisoner non drugs case (1 prisoner B.I classification, 1 prisoner B.IIa classification), and 5 informant. The analysis data interactive model from Miles and Hubberman contain 3 steps : data reduction, data presentation, and conclusion/verification. This research found that criminality behavior of drug case and also non drug case, both the first incarceration and the second incarceration, influenced by negative effect of environment and prisoner’s characteristic, that is weak self control, so that the prisoner is difficult to decide that an action he did is right or wrong according to norm. The prisoner’s awareness of an action he represent is criminality or none, having an effect on prisoner’s interpretation to its arrest determined by external factor and internal factor, and also guilty feeling or not guilty. The Experience of incarceration (nor the first and the second) and condition of the prison have an effect on the interpretation to incarceration positively or negativity. There are no principal differences between incarceration effect on drug prisoner or non drug prisoner. However, the first incarceration and the second incarceration have psychological dynamics tending to differ. Incarceration effect on prisoner can be negative and also positive. This research see incarceration effect of physical aspect, psychological, spiritual, financial / career, family, and prisoner’s social life (Dornan, 2007). Among sixth aspects above, the prisoner feel the most are on psychological aspect, financial / career, and family. During incarceration, the prisoner do strategy coping, that is Emotional Focused Coping (EFC) and Problem Focused Coping (PFC). The writer predicts that after leave prison, there are big possibility of prisoner will conduct criminality again, especially on drug prisoner, so that there is big possibility to be arrested again. It is because the prisoner’s weak of self control, there is no effort of prisoner to become ideal person, and also there is no training program inside the prison to grow internal self control during incarceration. Key words : interpretation, effect, incarceration, drug prisoners
Kata Kunci : Pemenjaraan Narapidana Narkoba,Kontrol Diri Internal,interpretation, effect, incarceration, drug prisoners