Pengaruh pelatihan ketrampilan pengasuhan terhadap peningkatan interaksi orangtua-anak dan penurunan stres pada orang tua remaja penyalahguna napza
RAHMAWATI, Hetti, Dr. Tina Afiatin, M.Si
2008 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Pelatihan Ketrampilan Pengasuhan dalam meningkatkan interaksi orangtua-anak dan menurunkan tingkat stres orangtua remaja penyalahguna NAPZA. Pelatihan Ketampilan Pengasuhan adalah serangkaian kegiatan bagi orangtua remaja penyalahguna NAPZA untuk belajar dan berlatih tentang adiksi dan pencegahan kekambuhan, dimensi pengasuhan (care,control dan communication) serta pengenalan dan pengelolaan stres. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre test post test control group design. Pengukuran menggunakan alat ukur yang berupa skala yang diberikan selama 3 kali pada subjek penelitian yaitu dalam pre test, post test 1 (sesudah pelatihan) dan post test 2 (2 minggu setelah pelatihan). Analisis kuantitatif menggunakan analisis kovarian 1-jalur. Analisis kualitatif digunakan berdasarkan hasil wawancara, hasil evaluasi pelatihan serta hasil observasi pelaksanaan pelatihan. Jumlah subjek penelitian berjumlah 22 orang wanita anggota Yayasan Padang Arofah Plosoklaten Kediri yang dibagi dalam kelompok kontrol (11 orang) dan kelompok eksperimen (11 orang). Masing-masing subjek adalah ibu dari remaja penyalahguna NAPZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Ada perbedaan interaksi orangtua-anak antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan pada kelompok eksperimen, interaksi orangtua-anak meningkat sesudah diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan dibandingkan sebelum diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan ( x post test 1 = 104,727 dan x post test 2 = 111,091). (2) Ada perbedaan tingkat stres orangtua antara sebelum dan sesudah diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan pada kelompok eksperimen, tingkat stres menurun sesudah diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan dibandingkan sebelum diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan ( x post test 1 = 80,455 dan x post test 2 = 75,818). (3) Ada perbedaan interaksi orangtua-anak pada kelompok eksperimen sesudah diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan dengan kelompok kontrol saat itu, pada kelompok eksperimen tingkat interaksi orangtua-anak lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat interaksi orangtua-anak pada kelompok kontrol ( F = 177,220 ; p < 0,010). (4) Ada perbedaan tingkat stres orangtua pada kelompok eksperimen sesudah diberikan pelatihan ketrampilan pengasuhan dengan kelompok kontrol saat itu, pada kelompok eksperimen tingkat stres orangtua lebih rendah dibandingkan dengan tingkat stres orangtua pada kelompok kontrol (F = 24,801 ; p < 0,010). Pelatihan Ketrampilan Pengasuhan memiliki sumbangan efektif sebesar 90,3% dalam meningkatkan interaksi orangtua-anak (eta squared = 0,903), dan sebesar 55,5% dalam menurunkan tingkat stres pada orangtua remaja penyalahguna NAPZA (eta squared = 0,555).
The research was aimed to examine the effectiveness of parenting-skill training increased parent-child interaction and decreased parental stress level of parents with adolescence drug abuser. Parenting-skill training was activities for parents with adolescence drug abuser to learn and practice about : addiction and relapse prevention, parenting dimension (care, control and communication) , identifying and managing stress. The research was conducted experimentally using the pre test post test group design. The measurements were based on a scale which were carried out three times on the subjects, i.e. at the pre test, the post test-1 (after training), and the post test-2 (two weeks after the measurement). Futhermore, a qualitative analysis was done derived from the in-depth interview results, the training evaluation and the observation during the training. The subjects of this study were 22 women who member of Yayasan Arofah which were splitted into a control group (11 women) and an experimental group (22 women). Subjects were mothers of adolescence drug abuser. The results showed that : (1) There was a very significant difference in parent-child interaction before and after parenting-skill training in experimental group. Parent-child interaction increased after received parenting-skill training than before ( x post test 1 = 104,727 dan x post test 2 = 111,091). (2) There was a very significant difference in parental stress level before and after parenting- skill training in experimental group. Parental stress level decreased after received parenting-skill training ( x post test 1 = 80,455 dan x post test 2 = 75,818). (3) There was a very significant difference between the experimental group and the control group in parent-child interaction after parenting-skill training. Parent-child interaction level of the experimental group was higher than control group. ( F = 177,220 ; p < 0,010). (4) There was a very significant difference between the experimental group and control group in parental stress level after parenting- skill training. Parental stress level of the experimental group was lower than control group. (F = 24,801 ; p < 0,010). The Parenting- Skill Training gave contribution 90,3% increased parent-child interaction and 55,5% decreased parental stress level.
Kata Kunci : pelatihan ketrampilan pengasuhan, interaksi orangtua-anak, stres orangtua remaja penyalahguna NAPZA, parenting-skill training, parent-child interaction, parental stress of parent with adolescence drug abuser