Keluar dari lingkaran kemiskinan :: Studi tentang respon petani kecil terhadap proses pengelolaan lembaga keuangan mikro (LKM) Tani Gading di Kabupaten Sleman
YAMIN, Akhmat, Dr. Partini
2008 | Tesis | S2 SosiologiSalah satu program pemberdayaan dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia adalah Program Pembinaan Peningkatan Pendapatan Petani Nelayan Kecil (P4K) yang sasaran utamanya adalah petani yang mempunyai usaha kecil. Dalam pembinaannya, petani dihimpun dalam suatu kelompok Petani Kecil (KPK), Gabungan KPK sampai terbentuknya Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Proses terbentuknya KPK sampai menjadi LKM tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup panjang. Namun demikian di Daerah Istimewa Yogyakarta telah terbentuk LKM yang salah satunya adalah LKM Tani Gading. Kendala yang banyak ditemukan dalam pengelolaan keuangan adalah : Pertama, rendahnya tingkat mobilisasi dana, rendahnya tingkat pelunasan kredit dan rendahnya moralitas aparat pelaksana. Kedua, Dilemma eksistensialnya, dimana kebanyakan petani hidup begitu dekat dengan ekonomi subsistensi. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana petani kecil bisa mengelola Lembaga Keuangan Mikro dan bisa bertahan. Dalam penelitian ini akan mempelajari bagaimana respon petani kecil terhadap proses pengelolaan LKM Tani Gading. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang disajikan secara deskriptif. Dengan demikian, metode deskriptif yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah merupakan metode yang berusaha mendiskripsikan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan yang berhubungan dengan proses pengelolaan LKM Tani Gading oleh petani kecil di dusun Palgading Desa Sinduharjo Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Peneliti menggunakan observasi langsung dan wawancara sebagai langkah dalam memberikan struktur dan makna dalam kehidupan sehari-hari dengan mengambil dua belas informan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa bahwa pemanfaat kredit LKM Tani gading adalah anggota baru yang berada di luar Palgading dan bukan petani. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau petani kecil pada dua tahun terakhir ini tidak menaruh perhatian terhadap LKM karena mereka tidak merasakan manfaatnya. Harapan petani kecil tidak terwujud dan melakukan respon ketidakpercayaan dengan menarik tabungan, menunggak pinjaman, mundurnya beberapa pengurus dan mengambil kredit di tempat lain. Secara sosial kemasyarakatan, anggota LKM Tani Gading memiliki solidaritas yang tinggi. Namun untuk solidaritas ekonomi masih kurang, . Beberapa penyebab ketidak solidaritasan anggota LKM adalah belum adanya usaha bersama anggota dan latar belakang sosial ekonomi yang berbeda. Dari beberapa kasus di atas perlu kiranya LKM Tani Gading mengakomodir harapan anggota tani (tidak diskriminatif). menghendel besarnya kebutuhan keuangan yang disesuaikan dengan kemampuan, dengan demikian tingkat kepercayaan anggota meningkat.
One of empowerment program in poverty elimination in Indonesia is small fishing farmer income improvement program (P4K) whose main target is farmer having small business. In its activity, farmers were collected together in a small farmer group (KPK), KPK association, and Micro financial institution. Establishment processes of KPK until to be LKM was not easy and took long time. However, in Yogyakarta Special Territory province, it have been established a LKM, named LKM Tani Gading. Obstacles were found in financial management: first, low in fund raising, low credit settlement and low morality of executor. Second, there was existential dilemma where most farmers live with subsistence economic characteristic. The question is "how small farmer manage micro financial institution and can still exist?" This research studied response of small farmers about management process LKM Tani Gading. It used qualitative approach with description presentation. The method described facts found in field related to management process of LKM Tani Gading by small farmer in Dusun Palgading, Sinduharjo village, Ngaglik district, Sleman regency. Researcher used direct observation and interview to give structure and meaning in daily life by taking twelve informants. Reality in field indicated that user of credit from LKM Tani Gading was new member living outside Palgading and not a farmer. Therefore, it was not surprisingly that small farmer in last two years were not concerned about LKM because they have not get benefit. Expectations of small farmers were not realized and they responded by drawing their saving, unpaid payment, resigning of some administrator and taking credit in other institutions. In society perspective, members of LKM Tani Gading have high solidarity, but less economic solidarity. Some causes of unsolidarity of LKM members were no member efforts and different social economic background. Based on above cased, LKM Tani Gading with support from stakeholder should accommodate expectation of its members (not to be discriminative) and handle great need for money that is adjusted with its capability. Therefore, member belief level improve
Kata Kunci : Petani kecil,LKM,Lembaga Keuangan Mikro,Kemiskinan, small farmers, LKM, response