Penentuan laju rusak prasarana irigasi dengan metode statistik
KURNIAWAN, Judy, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M.Sc
2008 | Tesis | S2 Teknik PertanianProses degradasi prasarana irigasi merupakan salah satu bagian yang terpenting dan sangat menentukan hasil akhir dari perencanaan manajemen aset (PMA), hal ini disebabkan karena proses degradasi menentukan umur prasarana irigasi, yang akan mempengaruhi seluruh proses dari PMA, dan akhirnya juga akan mempengaruhi pengelolaan prasarana irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menyusun suatu model laju rusak prasarana irigasi sebagai salah satu masukkan kegiatan perencanaan manajemen aset sebagai pendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan prasarana irigasi. Penelitian ini dilaksanakan Daerah Irigasi (D.I.) Sidandang Kabupaten Magelang, D.I. Pengasih Kabupaten Kulonprogo, D.I. Jering Kabupaten Sleman dan D.I. Mejing Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan untuk menganalisis laju kerusakan prasarana irigasi adalah pemodelan statistik dengan menghitung hubungan variabel waktu yang dibutuhkan untuk setiap kerusakan dan jumlah kerusakan. Data yang dipergunakan untuk analisis adalah data sekunder kondisi aset irigasi dalam waktu beberapa tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model laju rusak linier yang telah digunakan selama ini tidak handal untuk memprediksi kondisi berdasarkan umur facet irigasi. Model laju rusak eksponensial yang dikembangkan handal untuk memprediksi kondisi berdasarkan umur facet irigasi, dan berlaku untuk semua tipe facet pada semua tipe aset. Proses degradasi kondisi aset irigasi sangat dipengaruhi oleh faktor komposisi batuan dan sifat fisik tanah.
Degradation process of irrigation infrastructure is one of the most important part and very crucial in final result of AMP. This is caused by degradation process where it will determine irrigation infrastructure’s lifetime, that will influence the whole Asset Management Planning (AMP) process, then finally influence irrigation infrastructure management. The infrastructure’s speed of damage can be approached by statistic modeling with time variable needed for every damage and number of damage. The objective of this research is to develop a speed of damage model for irrigation infrastructure as one input for AMP, to support decision making in irrigation infrastructure management. This research was conducted at Sidandang irrigation schemes Kabupaten Magelang, Pengasih irrigation schemes Kabupaten Kulonprogo, Jering irrigation schemes Kabupaten Sleman and Mejing irrigation schemes Kabupaten Bantul. Method used to analysis the rate of degradation of irrigation structure was a statistical model that related the time needed for each degradation and the number degradation. The data used for analysis was secondary data of asset condition in many years. The result shows that linear speed of damage model that has been used is not valid to predict condition based on irrigation facet age. Exponential linear speed of damage model that has been developed is reliable to condition based on irrigation facet age, and effective for all types of facet at all types of asset. Degradation process of irrigation asset condition is highly influenced by rock composition factor and soil physical characteristic.
Kata Kunci : Irigasi,Laju rusak,degradation rate, asset, management plan