Laporkan Masalah

Deteksi dini kekeringan pertanian berbasis sistem informasi geografis

SUPRAPTO, Anjar, Prof. Dr. Ir. Putu Sudira, M.Sc

2008 | Tesis | S2 Teknik Pertanian

Dampak perubahan prilaku kekeringan kian menjadi tantangan bagi sektor pertanian guna memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Data-data lapang juga menunjukkan kekeringan agronomis tidak hanya terjadi pada lahan-lahan kering dan lahan tadah hujan, tetapi juga sudah melanda lahan sawah, baik lahan sawah irigasi teknis maupun setengah teknis. Kekeringan yang terjadi terus meningkat besarannya (magnitude), baik intensitas, periode ulang, dan lamanya. Penelitian ini bertujuan menyusun sistem informasi yang dapat memberikan peringatan terjadinya kekeringan pada lahan pertanian berbasis pada sistem informasi geografis. Sistem informasi yang disusun diharapkan dapat digunakan pada instansi pemerintah atau swasta (stake holder) yang berkepentingan untuk dasar perencanaan pengelolaan lahan berdasarkan kecukupan air dan memberikan informasi dini kecukupan air pada lahan pertanian kepada pengguna. Data penyusun sistem informasi ini berupa data tabular dan data spasial. Data tabular berupa data angka dari data tanah, tanaman dan ketersediaan air, sedangkan data spasial mengandung data luas, posisi dari lahan pertanian. Kecukupan air ditentukan dari neraca air tanaman yaitu perbandingan ketersediaan air dan kebutuhan air tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi deteksi dini kekeringan pertanian yang disusun dapat memberikan informasi kapan, dimana dan berapa besar terjadinya kekeringan pada periode tahun tanam tertentu di Daerah Irigasi Kumisik Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan data yang sudah tersedia di instansi pengairan, oleh karena itu diharapkan dapat diaplikasikan pada instansi pemerintan (Dinas Pengairan) untuk membantu menentukan pola tanam yang aman pada suatu Daerah irigasi.

The impact of drought has become challange for agriculture in fulfilling crop water requirement. Data showed that agronomic drought suffered not only dry land and rainfed area, but also irrigated area. The drought has worsened in term of its magnitude, intensity, and duration. This research aims to develop an early warning system of drought in agriculture based on geographical information system. The early warning system will help the government and private stakeholders related to land management based on water availability. The data used to construct the early warning system of agronomic drought were tabular and spatial data. The tabular data consist of soil, crop, and water availability. Spatial data consists of area and position of farm land. Water availability determined from crop water balance analysis Result of the research on the early warning information system agriculture could give information on the time, place, and severity of drought in Kumisik Irrigation System, Tegal District in certain planting year. This research used data available in water resource department, hence this method can be applied to develop secure planting pattern in an irrigation system

Kata Kunci : Kekeringan,Sistem informasi geografis,Neraca air,agricultural drought, water balance, geographical information system


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.