Pengambilan keputusan untuk menunda pernikahan pada perempuan dewasa awal etnis Tionghoa beragama Katolik di Bandung
CHRISTIANI, Grace, Dr. M. G. Adiyanti, M.S
2008 | Tesis | S2 PsikologiDewasa ini semakin banyak dijumpai perempuan dewasa belum menikah terutama yang tinggal di perkotaan. Secara fisik atau penampilan, perempuan dewasa tersebut terlihat sempurna. Hal itu juga didukung dengan pekerjaan atau jabatan serta materi yang dimiliki seperti rumah, mobil, dan tabungan. Kondisi seperti ini sebenarnya tidak sulit bagi seora ng perempuan dewasa mendapatkan pasangan. Namun, di usianya yang tidak muda lagi, banyak perempuan dewasa yang belum mendapatkan pasangan hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) penundaan pernikahan perempuan dewasa awal etnis Tionghoa beragama Katolik di Bandung dan (2) faktor-faktor internal dan eksternal yang melatarbelakangi perempuan dewasa awal etnis Tionghoa beragama Katolik di Bandung mengambil keputusan menunda pernikahan. Subjek penelitian ini adalah perempuan dewasa awal etnis Tionghoa beragama Katolik sebanyak tiga (3) orang yang ditentukan dengan menggunakan pendekatan purposif yakni mengikuti kriteria tertentu. Sementara informan adalah teman dekat subjek yakni sebanyak tiga (3) orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode diskusi kelompok terfokus, wawancara, dan observasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui kredibilitas, reliabilitas, dan objektivitas data . Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan langka h-langkah yaitu organisasi data, koding dan analisis, kemudian menyimpulkan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa secara fisik, pekerjaan, dan materi yang dimiliki subjek terlihat sempurna. Meskipun demikian, subjek di usianya yang tidak muda lagi belum mendapatkan pasangan karena belum ada yang cocok. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan subjek dalam mencari pasangan mencakup faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah keinginan subjek untuk mandiri. Subjek menginginkan kemandirian terutama dalam memenuhi kebutuhannya agar tidak tergantung pada orang lain. Kemandirian subjek dapat dilihat dari kondisinya seperti sekarang yakni memiliki rumah, mobil, dan materi. Sementara faktor eksternal mencakup beberapa hal yaitu: (1) keingingan mendapat pasangan yang satu etnis yakni sama -sama etnis Tionghoa karena memiliki kesamaan budaya, (2) keinginan mencapatkan pasangan yang secara ekonomi mapan atau minimal satu level dengan subjek, mempunyai pekerjaan dan semangat untuk maju, (3) tingkat pendidikan minimal sarjana (S -1) karena akan membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam rumah tangga, dan rancangan masa depan keluarga yang lebih baik , (4) pertimbangan agama yang menurut dua subjek, menikah dengan pasangan beda agama banyak mengalami masalah terutama pada anak-anak, (5) faktor budaya atau tradisi Cina yang masih kuat dalam keluarga khususnya dalam keluarga MM, (6) pengalaman-pengalaman yang menyakitkan pada saat berpacaran sehingga lebih berhati-hati memilih pasangan, dan (7) contoh buruk yang diberikan anggota keluarga yang sudah menikah.
Today, increasingly many adult women that have not married yet, particularly ones living in urban area. In physical appearance, they are perfect. They have also permanent job or position and material wealth such as house, automobile, and saving. With the condition, actually it is not difficult for the adult women to get partner. However, in their not-young age, many adult women have no live partner. The purpose of this research was to study (1) decision making of early adult catholic Chinese women in Bandung to postpone marriage and (2) internal an d external factors that make background of early adult Catholic Chinese women in Bandung to decide to postpone marriage. Subject of this research was three early adult Catholic Chinese women determined using purposive approach by following certain criteria. Informant was three close friends of the subjects. Data was collected using focused group discussion, interview, and observation. Validity of data was examined though data credibility, reliability and objectivity. Data was analyzed qua litatively through steps of data organization, coding, analysis and drawing conclusion. Result of the research indicated that in relation to physical appearance, occupation and material possession, subjects seem perfect. However, in their notyoung age the subjects had still no partner. There were internal and external factors that influence the decision. The internal factor was subject's desire to be autonomous. Subjects wanted autonomy, especially in fulfilling their needs in order not to depend on others. Subject autonomy can be seen from their current condition of having house, automobile and other material possession. Meanwhile, external factors included (1) desire to get partner from same ethnic due to same culture, (2) desire to get partner with same economic status, (3) desire to get partner with minimal education of S1 degree because it will useful in solving problem within family and better design for future family, (4) religion; the two subjects said that different-religion partner will induce problem, especially for children, (5) cultural or Chinese tradition within family, particularly in MM family, (6) bad experiences in previous relationship, and (7) bad examples provided by married family member.
Kata Kunci : Etnis Tionghoa,Pernikahan,Perempuan dewasa,decision making, postponement of marriage, early adult women, Chinese ethnic