Kajian Penyediaan Air Baku Das Krueng Aceh Provinsi Naggroe Aceh Darussalam
KASURI, Ahmad Reza, Dr. Ir. Istiarto, M.Eng
2008 | Tesis | S2 Teknik SipilSungai Krueng Aceh merupakan salah satu DAS strategis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. DAS ini merupakan sentra pertumbuhan ekonomi dan pusat administrasi Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam . Laju pertumbuhan kawasan yang sangat pesat, mengakibatkan meningkatnya kebutuhan air baku. Peningkatan kebutuhan air juga diakibatkan oleh pembangunan kawasan setelah tsunami. Untuk mengatasi pennasalahan sumber daya air, di perlukan suatu perencanaan penyediaan air baku. Kajian rencana umum penyediaan air baku di DAS Krueng Aceh dilakukan dengan membandingkan antara ketersediaan air dengan penggunaan air. Bila secara umum ketersediaan air mengalami surplus, akan tetapi pada saat tertentu terjadi defisit maka dilakukan penampungan air. Penampungan dilakukan untuk meningkatkan keandalan air pada saat musim kemarau. Terdapat 3 tampungan yang di analisa pada studi ini. Waduk Keuliling dan Waduk Leubok diproyeksikan akan beroperasi sebelum tahun 2012 . Sedangkan Waduk Seulimum diproyeksikan beroperasi sebelum tahun 2032 . Bila ketersediaan air mengalami defisit dan tidak terdapat potensi tampungan, maka dilakukan optimasi layanan. Rencana umum penyediaan air baku dilakukan berdasarkan asumsi kebutuhan air tetap dan terjadi perubahan pada andalan air. Perubahan keandalan air yang terjadi di DAS Krueng Aceh adalah akibat pembangunan tampungan. Berdasarkan analisa, rasio imbangan air jangka pendek (sebelum tahun 20 12) sebelum beroperasinya waduk sebesar 81 ,7%. Pasca beroperasinya waduk, rasio imbangan air jangka pendek akan menjadi 86,7%. Sebelum beroperasinya Waduk Seulimum, rasio imbangan air di DAS Krueng Aceh adalah 78,84%. Setelah Waduk Seuiilllum beroperasi, rasio imbangan air meningkat menjadi 97,64%.
Krueng Aceh river is one of strategic rivers in Aceh at Nanggroe Aceh Darussalam Province. There are the center of economic growth and administration for Nanggroe Aceh Province. The increase of water supply in row with population growth and development, causes this area have a problem with water resources. The increase of water supply are caused by redevelopment after tsunami. Integrated water supply planning is one step to solve this problem in the future. Study for water supply at Krueng Aceh river is to compare between water available and water need. This study are done by assumption there are no change in water available. Water reliablity are change because of reservoir built. Reservoir are built to increase water reliablity in dry season. There are 3 potential reservoir identified in this study. Keuliling Dam and Leubok Dam expect will operation before 2012. Otherwise, Seulimum Dam expect will operation before 2032. If water supply still deficit and there is not potential reservoir, serve optimation will done. Serve optimation will done by decrease serve volume by available water supply. Water balance ratio at short priod (before 2012) without reservoir is 81,7%. After two reservoir are operated, water balance will increase to 86,57%. The increasing is cause by suplay from Keuliling Dam to Krueng Aceh Weir that will irrigatied 280 ha and decreasing area of serve. Futhermore, this area will serve by Leubok Dam (450 ha) and serve by own intake. Suplay from Seulimum Dam increase water balance ratio at Krueng Aceh to 97,64%.
Kata Kunci : Penyediaan Air,Penampungan air,Optimasi layanan,water balance, serve optimation, reservoir