Reaksi hidrolisis linear alkybenzene sulphonate (LAS) dalam tanah tergenang air
ZULFIYAH, Anik, Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, M.S
2008 | Tesis | S2 Teknik KimiaDeterjen yang masuk ke alam akan mengalami berbagai peristiwa, yaitu : hidrolisis, fotolisis, dan biodegradasi. Penggunaan deterjen yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan akan menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari reaksi hidrolisis Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS) yang merupakan bahan aktif deterjen dalam sistem tanah tergenang air. . Penelitian ini dilakukan secara batch dengan memasukkan LAS dalam campuran air dan tanah dalam labu erlenmeyer yang ditutupi dengan kertas Alumunium agar tidak terkena cahaya sehingga reaksi fotolisis dapat diabaikan pengaruhnya. Erlenmeyer ini ditempatkan pada shaker untuk digoyang. Cuplikan sampel diambil setiap selang waktu tertentu, kemudian, kemudian disentrifuge untuk memisahkan antara tanah dan larutan LAS. Larutan LAS yang diperoleh kemudian diekstraksi dengan metode MBAS. Ekstrak yang diperoleh kemudian dianalisis dengan UV-Vis Spektrophotometer. Komponen yang divariasikan dalam penelitian ini adalah kandungan bahan organik (BO) dan kandungan lempung (clay) dalam tanah, ke dua komponen ini cukup banyak yang menyusun tanah dan pengaruhnya cukup signifikan pada proses hidrolisis. Variasi kandungan BO dan clay diperoleh dengan memvariasikan jenis tanah, jenis tanah diambil dari 3 lokasi, yaitu tanah Bantul, tanah Sukoharjo, dan tanah Godean, di mana masing-masing lokasi diambil 4 lapisan yang berbeda sehingga diperoleh 12 jenis tanah. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh dan dengan model matematis yang disusun diperoleh hubungan konstanta kecepatan reaksi hidrolisis dengan kandungan BO dan kandungan lempung adalah : khl = 0,0166 . %BO + 0,0008 . %lempung kht = 0,0054 . %BO + 0,0003 . %lempung Berdasarkan data dan persamaan yang diperoleh dapat dilihat bahwa konstanta reaksi hidrolisis akan semakin besar dengan bertambahnya kandungan bahan organik dan kandungan lempung dalam tanah. Hal ini disebabkan karena berbagai komponen yang terkandung dalam BO dan clay bersifat sebagai katalisator reaksi tersebut.
Deterjent getting into nature will undergo various processes such as hydrolysis, photolysis and biodegradation. Use of detergent that is excessive and unsuited to its need will lead to negative impact on environment and living creatures. The objective of this research is to study hydrolysis reaction of Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS) that is active agent of detergent in flooded soil system. This research was done in batch system by entering LAS into water and soil mix in Erlenmeyer flask sealed with aluminum paper in order not to be exposed to light so influence of photolysis reaction may be ignored. The Erlenmeyer was placed in shaker to shake the mix. Sample was taken in certain time interval and then centrifuged to separate soil and LAS solution. The obtained LAS solution was then extracted with MBAS method. The resulted extract was analyzed using UV-vis Spectrophotometer. Components varied in this research were organic material content BO and clay content of soil. Both Components were the most soil constituent and had significant influence in hydrolysis process. Variety of BO and clay content was obtained by varying soil type. Soil types were taken from three locations : Bantul soil, Sukoharjo soil, and Godean soil, where in each site it was taken four different layers that resulted in 12 soil types. Based on research data and with mathematical model composed, association of hydrolysis speed reaction constant and BO content and clay content are : khl = 0,0166 . % BO + 0,0008 . % clay kht = 0,0054 . % BO + 0,0003 . % clay Data and above equation indicate that hydrolisis reaction constant will be greater with increase in orgnic matter content and clay content of soil. It occurs because some components in BO and clay function as catalyst of the reaction.
Kata Kunci : Linear alkylbenzene sulphonate,LAS,Lempung,Bahan organik,Reaksi hidrolisis